PPP Djan Faridz Menggugat, Pemerintah Siap Layani

yasona_resizeKarakternews.com – Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly menegaskan, Pemerintah siap melayani tuntutan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kubu Djan Faridz, menggugat ​pemerintah dan ​menuntut ganti rugi sebesar Rp 1 triliun, karena dianggap tidak kunjung menyelesaikan sengketa kepengurusan PPP​.

“Kita layani saja. N​anti akan dikirimkan surat kuasa ke ​Jaksa ​A​gung, ke saya, untuk​ mewakili ​Presiden. ​S​aya digugat, ​Menko Polhukam​ juga digugat​. Nggak ada masalah, ini​ negara hukum,” kata Yasonna Laoly (foto) di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/3/2016).

Menkumham menilai, tudingan PPP kubu Djan Faridz soal pemerintah yang tidak kunjung menyelesaikan sengketa kepengurusan sah PPP sama sekali tak berdasar. Karena, segala upaya telah dilakukan pemerintah, mulai dari berkomunikasi dengan dua kubu, mendatangi ​majelis islah, sampai mengumpulkan semua pihak yang berkepentingan dengan nasib PPP.

Baca Juga:  Kubu Djan Faridz Tantang Menkum HAM, Romi Ditawari Jabatan

“Persoalan kenapa hingga kini sengketa legalitas kepengurusan PPP tidak kunjung selesai bukan lah salah pemerintah. Namun karena masalah inkonsistensi di kedua kubu. ​”Saya sampai rapat empat jam,​ sudah baik-baik,​ sudah kompak​-kompak, eh b​erubah. ​I​tu kan inkonsistensi s​aja,” ungkap Yasonna Laoly.

​Dikatakan Menkumham, jika pemerintah memaksakan melegalkan satu kepengurusan berdasarkan keputusan hukum, hal tersebut tak akan menyelesaikan masalah. Sebab akan ada kubu yang protes karena tak puas dengan keputusan pemerintah. “Kita tak ingin ambil pusing dengan tudingan bahwa pemerintah melakukan intervensi dalam konflik dualisme PPP. Sebab, berkaca pada sengketa PKB di zaman SBY, jika pemerintah membiarkan, maka persoalan akan lebih kompleks.

Baca Juga:  Kubu Djan Faridz Tantang Menkum HAM, Romi Ditawari Jabatan

“Zaman beliau (SBY) kan PKB berkelahi sampai pemilu, sampai di KPU, sampai ribut-ribut nomor. Mudah-mudahan ini tidak sampai di situ. Jangan sampai dibiarkan,” sebut Yasonna Laoly. (rpka.c/kn-m08)

Related posts