Potensi Kelautan Terkendala SDM dan Infrastruktur

KarakterNews.com – JAKARTA – Indonesia sebagai negara kepulauan, yang potensi lautnya luar biasa, sayangnya potensi ekonomi kelautan kita baru dilirik sejak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid.

“Dulu, potensi laut kita ada di halaman belakang pembangunan kita. Akibatnya, yang terjadi kemiskinan identik dengan pesisir, kemiskinan identik dengan nelayan. Termasuk keindahan laut di masa lalu, belum dianggap sebagai potensi,” ungkap Ahmad Muzani, Wakil Ketua MPR RI pada Press Gathering Pimpinan MPR dengan koordinatoriat wartawan MPR, DPR, DPD RI, Sabtu (14/4/2018) di Manado, Sulawesi Utara.

Memang kelautan sebagai potensi tidak mudah dikembangkan, termasuk pergantian menteri berganti kebijakan. “Jadi, bagaimana mendorong pembangunan kelautan yang bertumpu pada sektor maritim yang semakin baik,” ujar Politisi Partai Gerindra ini.

“Saya senang, ini tidak bicara koalisi, tidak bicara Pilpres, tapi bicara Manado dalam press gathering, sekaligus membuka diskusi bertema “Menggali Potensi Kelautan”, tutur Ahmad Muzani.

Baca Juga:  Minta Tambahan Pimpinan MPR, DPD RI Kirim Surat ke DPR

Dalam diskusi Kelautan ini, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey berhalangan dan diwakili Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ir. Ricky Toemandoek, Ahmad Muzani didampingi Anggota MPR/DPR Ayub Khan (Partai Demokrat), Andi Akmal Pasluddin (PKS), Yanuar Prihatin (PKB) dan Abdurrahman Abu Bakar Bahmid (kelompok DPD).

Ahmad Muzani yakin wartawan bisa menggali, melihat dan memperhatikan bagaimana potensi kita sebagai bangsa yang besar, bisa memberi masukan, pandangan-pandangan bagaimana mempertahankan negara kita yang demikian besar. “Ini tanggung jawab kita bersama, sehingga penting ada pandangan dan cara yang sama jika sudah ke lapangan,” ungkapnya.

Sementara itu, bahasan diskusi Indonesia Belum Miliki Visi Besar Tentang Pariwisata, Sulawesi Utara (Sulut) memiliki potensi besar dalam bidang kelautan terutama dari sisi pariwisata. Namun potensi itu masih terkendala sumber daya manusia dan infrastruktur.

Baca Juga:  Minta Tambahan Pimpinan MPR, DPD RI Kirim Surat ke DPR

Kepala Bappeda Provinsi Sulawesi Utara Dr. Ir. Ricky Toemandoek mengungkapkan Sulut memiliki potensi pariwisata dari kelautan. Namun potensi besar pariwisata itu terkendala dengan keterbatasan pelayanan imigrasi. Misalnya, setiap pesawat dari Cina membawa 200 wisatawan. Namun, hanya dilayani enam orang petugas imigrasi.

“Jika ada beberapa kali penerbangan dari Cina, petugas imigrasi kita kewalahan. Karena itu, Gubernur Sulut meminta untuk membatasi wisatawan dari Cina sebelum ada penambahan petugas imigrasi,” ungkap Ricky, menambahkan kendala lainnya, Apron di Bandara Sam Ratulangi Manado selalu penuh pesawat yang parkir setiap malam.

“Pesawat terpaksa harus parkir di Gorontalo. Kita sedang merencanakan pembangunan bandara alternatif di Bitung. Landasan bisa mencapai 4.000 meter. Pembangunan bandara alternatif ini sudah ditawarkan ke Pemerintah Cina,” tutur Ricky Toemandoek.

Baca Juga:  Minta Tambahan Pimpinan MPR, DPD RI Kirim Surat ke DPR

Mendengar keluhan tersebut, Anggota MPR Yanuar Prihatin, kondisi ini menunjukkan pemerintah tidak memiliki visi wisata yang kuat. Ketika turis membludak justru dibatasi karena kekurangan petugas imigrasi. “Kita tidak menyiapkan diri menjadi bangsa yang unggul dalam pariwisata. Kita kehilangan visi tentang pariwisata,” ujarnya.

Contohnya, kata Yanuar, Perancis setiap tahun ada sekitar 90 juta wisatawan. Indonesia hanya 9 juta wisatawan setiap tahun. Thailand bisa mendapatkan 300 triliun dari pariwisata, seandainya setiap wisatawan mengeluarkan Rp 10 juta. “Kita tidak punya visi yang besar tentang pariwisata,” sebutnya. (kn-m08)

Related posts