December 17, 2017

PM Kesultanan Deli Pernah Kutuk Pemimpin di Kota Medan

kesultanan_resizeKarakternews.com – Perdana Menteri (PM) Istana Maimoon, Medan, Tengku Chaldun Al Rasyid mengaku, dirinya pernah mengutuk pemimpin di Kota Medan yang pernah mampir ke Istana Kesultanan Negeri Deli. Kutukan yang dilontarkan pewaris tahta dari Tengku Harun Al Rasyid ini didasari atas argumen betapa banyaknya penguasa, tapi sesungguhnya mereka tidak peduli pada nasib masyarakat.

Tengku Chaldun geram bukan karena Istana tidak mendapatkan bantuan atau Istana yang tak terindah. Melainkan, karena tidak melihat sikap seorang negarawan sejati ditampilkan para Walikota Medan sebelumnya. “Saya tidak minta apa-apa. Saya hanya minta, siapa pun yang jadi pemimpin, tolong jangan kalian bikin rakyat di Medan ini kelaparan, susah sekolah, mahal berobat. Itu saja,” pintanya, saat ditemui calon Walikota Medan, Ramadhan Pohan di Istana Kesultanan Deli, Jumat (4/12/2015).

Baca Juga:  Kata Jazuli, Pemimpin Harus Punya Sensitivitas

Kepada Ramadhan Pohan, dikisahkan Tengku Chaldun, dirinya pernah mengusir ‘orang-orang besar’ dari istananya. “Bikin malu saja. Ngapain mereka bersih-bersih di sini. Saya masih bisa membersihkan rumah saya. Itu rakyat miskin yang harus diurusi,” katanya mengenang saat-saat ia membentak pejabat dan bangsawan agar angkat kaki dari istananya.

Begitupun, Chaldun mengaku, Istana Maimoon, selama beberapa periode tidak pernah diperhatikan pemerintah. Bahkan wilayah di sekeliling istana yang dihuni banyak penduduk sama sekali terabaikan. Karena itu, saat Ramadhan Pohan datang bersilaturahim dan meminta nasihatnya, Chaldun memeluknya hangat.

Bagi Ramadhan, Perdana Menteri Kesultanan Negeri Deli ini adalah negarawan sejati, yang tidak memusingkan urusan pribadi dan istananya, tapi jauh melampaui itu. “Pak Chaldun ini sangat mementingkan kebutuhan rakyat banyak. Saya akan selalu mengindahkan nasihat-nasihatnya,” ucapnya.

Baca Juga:  Kata Jazuli, Pemimpin Harus Punya Sensitivitas

Sebagai pecinta budaya, Ramadhan berjanji akan mengembalikan kejayaan Istana Maimoon. Sebab, sebuah Istana harus tampak megah dan kuat. Istana adalah mercusuar sebuah negeri yang perkasa. Dan keperkasaan Medan ditunjukkan dengan kemandirian dan kesejahteraan rakyatnya. Istana Maimoon akan menjadi satu destinasi wisata terbaik yang akan dimajukannya. (kn/m-07)

Related posts