September 22, 2018

Pertukaran Pelajar, 16 Siswa SMA Berangkat Ke Gwangju Korea

Medan – Merealisasikan program kota bersaudara (sister city), Kota Medan dengan Kota Gwangju Korea, 16 pelajar SMA Kota Medan terdiri dari 8 putra dan 8 putri berangkat menuju Kota Gwangju Korea untuk mengikuti program pertukaran pelajar. Pemberangkatan pelajar SMA ini di lepas Pj Walikota Medan diwakili Plh Sekda H Erwin Lubis SH, Rabu (28/10/2015) di Medan Club Jalan Kartini Medan, yang dihadiri Ketua Asosiasi Kota Bersaudara Kota Medan, Bayu Fadlan SE, para orang tua siswa antaranya M Syaf Lubis SE, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Ramlan Tarigan, dan sejumlah Kepala Sekolah SMA Swasta dan Negeri.

Ke-16 pelajar itu, masing-masing, M Safikqi Juanda Lubis, Muthia Utari Pohan, Siti Putri Luthfivyah, Adiska Syahtari, Fakhriza Hidayati Siregar, Ariski Syifa S, Arifah Dhiya S masing-masing dari SMAN-1 Medan, Ahmad Syahmirga Raihandra, Muhammad Faizi Farhat, M Fauzan Farhat, Akmal Fikri masing-masing dari SMA YPSA, M Rifqi Zain, Suci Hafya dari SMAN-3, dan Asshifa Rizkia Budi Utami dari SMA Harapan, ditambah pendamping Kabag Hubungan Kerjasama Drs Rivai Nasution MM selaku pimpinna delegasi, Drs Zainul Achmadi pengarah dan Djauzi Ilmi penterjemah.

Baca Juga:  Sekolah Al-Amjad Diresmikan, Diharapkan Dapat Perbaiki Moral Generasi Muda

pelajar-pertukaranPlh Sekda H Erwin Lubis SH menjelaskan, program pertukaran pelajar ini dinilai cukup strategis terutama di antara kedua kota dan khususnya untuk para pelajar yang mengikuti program pertukaran pelajar ini, untuk mengembangkan interaksi dan wawasan global serta regional.

Kepala Bagian Hubungan Kerjasama Kota Medan, Drs H Rivai Nasution MM melaporkan, peserta yang mengikuti program pertukaran pelajar ke Kota Gwangju Korea tahun 2015 adalah pelajar tingkat SMA dari beberapa sekolah negeri dan swasta di kota Medan, dimulai dari tanggal 1 sampai 11 Nopember 2015, para pelajar berangkat ke Kota Gwangju, Minggu (1/11/2015) melalui Bandara Internasional Kualanamu.

“Program pertukaran pelajar ini memiliki arti dan peranan yang sangat penting yakni sangat efektif untuk bertukar wawasan, ilmu pengetahuan serta mengembagkan dialog dan kesepahaman antar pelajar dari berbagai negara secara global. Selain itu juga meningkatkan kepercayaan diri para pejar untuk bersaing dengan pelajar yang ada dinegara lain, dan juga sebagai modal membentuk karakter anak bangsa yang cerdas, mandiri dan beradaptsi dengan pelajar dari negara lain, sebut Rivai Nasution. (kn/m-08)

Related posts