November 23, 2017

‘Perang Mulut’ Anggota Dewan, “Transaksi Apa, Coba Pak Ruben Jelaskan, Jangan Asal Ngomong..”?

Ruang Rapat Paripurna di Lantai II Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan.
Ruang Rapat Paripurna di Lantai II Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan.

KarakterNews.com – Akibat pernyataan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Ruben Tarigan dari Fraksi PDI Perjuangan, menyebutkan pergantian staf di Komisi karena ada transaksional. Kemudian Ketua Komisi D DPRD Sumut, Muchrid Nasution merasa tersinggung dengan ucapan itu, lalu menegaskan “transaksi apa, coba Pak Ruben jelaskan, jangan asal ngomong macam-macam kalau tak ada bukti.”

Dampak dari pertengkaran kedua Anggota DPRD Sumut, masing-masing dari Fraksi PDI Perjuangan dan Fraksi Partai Golkar, seusai Rapat Paripurna di Lantai II Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (18/4/2016) tersebut, mendapat tanggapan dari sejumlah anggota dewan lainnya, terutama Anggota Dewan dari kalangan Komisi D DPRD Sumut, yang segera meminta Wakil Ketua DPRD Sumut Ruben Tarigan mengklarifikasi pernyataannya yang dinilai ‘asal bunyi’, menyudutkan dan mendiskreditkan lembaga legislatif.

Komisi D DPRD Sumut menyesalkan pernyataan Pimpinan Dewan dari Fraksi PDI Perjuangan itu, yang dinilai dengan sengaja melontarkan ucapan, pergantian sejumlah staf di lingkungan DPRD Sumut dilakukan, karena adanya transaksional yang kerab dilakukan para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebut melibatkan wakil rakyat.

Hingga sejauh ini, Politisi PDI Perjuangan tidak menjelaskan secara rinci transaksi apa yang dimaksud, meski Ruben Tarigan memiliki bukti-bukti terkait pernyataannya tersebut.

Namun, Muchrid Nasution selaku Politisi Partai Golkar ini mengemukakan, pihaknya meminta agar staf dikembalikan, karena sebelumnya Komisi D sudah menyusun sejumlah program kerja yang diurusi oleh PNS yang selama ini bekerja di Komisi D DPRD Sumut. “Ada sejumlah staf Komisi D yang diganti, kami hanya minta satu saja agar dikembalikan, sebab kami kerepotan, sementara staf yang baru masih belum memahami,” ujar Muchrid yang akrab dipanggil Coki.

Dikatakan Muchrid, selaku Pimpinan Dewan, Ruben Tarigan seharusnya melakukan hal yang sama meminta kembali staf yang mengurusinya. “Kenapa dia boleh, giliran kita yang minta malah dituduh macam-macam tanpa bukti,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Sumut dari Fraksi Nasdem, Nezar Djoeli juga membenarkan, kalau komisinya agak kewalahan karena terjadinya pergantian staf yang dilakukan secara tiba-tiba. Selama ini, yang ngurusin Komisi D ini adalah staf, termasuk jadwal keberangkatan kunjungan  kerja, materi yang akan dibahas sampai ngurusin tiket pesawat dan hotel,” ujarnya.

“Janganlah, melontarkan pernyataan yang macam-macam, yang dilakukan oleh kalangan dewan sendiri. Kita ini sedang berupaya untuk mengembalikan citra baik lembaga wakil rakyat ini,” ucap Nezar Djoeli. (kn-m08)

Related posts