December 15, 2017

Pedagang Kaki Lima Sei Kambing Digusur, Satpol PP Dilempari Batu

ricuh-sikambingKarakterNews.com – Pedagang kaki lima (PK5) di Pasar Tradisional Sei Sikambing Jalan Kapten Muslim Medan melempari petugas Sapol PP Kota Medan dengan batu dan broti saat penggusuran pada Rabu (4/8/2016) siang.

Tak hanya melempar batu, pedagang kaki lima juga melontarkan cacian kepada para petugas satpol PP. Tak terima dengan perlakuan tersebut, petugas pun langsung mengejar pelaku pelemparan. Namun upaya petugas itu langsung dihalangi para inang-inang sehingga terjadi keributan. Akibatnya kondisi semakin memanas, petugas Satpol PP nyaris emosi namun berhasil diredam Kasatpol PP. Selain memerintahkan anggotanya mundur, Sofyan juga minta kepada pedagang untuk tidak melakukan pelemparan.

Ketegangan pun mereda, satu persatu petugas Satpol PP pun tarik diri, sedangkan pedagang pun tak ada yang melakukan pelemparan. Kemudian Sofyan mengingatkan kepada para pedagang agar tidak berjualan kembali di badan jalan tersebut.

Penggusuran ini dilakukan karena melanggar peraturan dan menyebabkan kemacetan. Pasalnya, separuh badan jalan digunakan para pedagang untuk sebagai lapak menggelar dagangan sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas mulai sejak pagi sampai menjelang malam.

Baca Juga:  Ditertibkan, Pedagang Kaki Lima Sei Sikambing Lempari Batu

Penertiban dilakukan sekitar pukul 12.15 WIB dipimpin langsung Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan. Para pedagang terkejut dan kocar-kacir begitu melihat petugas datang dan langsung mengamankan barang dagangan mereka. Namun upaya tersebut kandas, sebab Satpol PP lebih kuat dan cepat. Seluruh barang dagang para pedagang yang digelar di badan jalan pun diangkut.

“Saya minta badan jalan ini tidak dipergunakan lagi untuk tempat berjualan. Selain melanggar peraturan, juga menyebabklan terjadinya kemacetan. Apabila bap dan ibu kembali berjualan, kami akan melakukan penertiban kembali!’ tegas Sofyan.

Usai mengingatkan para pedagang, Sofyan pun memerintahkan kepada seluruh anggotanya untuk meninggalkan lokasi. Bersamaan itu para pedagang pun langsung menyoraki para petugas Satpol PP sebagai bentuk protes atas penertiban yang dilakukan.

Baca Juga:  Pedagang Kaki Lima Depan Plaza Medan Fair Dikejutkan Satpol PP Saat Subuh

Setelah petugas Satpol PP meninggalkan lokasi, arus lalu-lintas pun berangsur-angsur lancar kembali. Apalagi separuh badan jalan yang selama ini dijadikan lapak berjualan oleh para pedagang kini sudah bersih, sehingga tidak menghalangi masyarakat pengguna jalan melintasinya.

Kasatpol PP Kota Medan, M Sofyan menjelaskan, penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti perintah Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi S MSi. Sebab, Wali Kota selama ini sudah cukup banyak menerima pengaduan dan keluhan dari masyarakat sekitar maupun pengguna jalan, sebab kawasan Pasar Sei Sikambing rawan kemacetan akibat separuh badan jalan digunakan sebagai lapak berjualan.

“Keberadaan para pedagang kaki lima ini sudah sangat meresahkan sehingga harus ditertibkan! Kalau mau berjualan, jangan di badan jalan. Sebab, Pemko Medan melalui PD Pasar telah menyediakan lokasi berjualan di Pasar Sei Sikambing. Untuk itu kita akan terus melakukan pengawasan, setiap hari kawasan ini akan kita pantau. Apabila para pedagang kembali berjualan, langsung kita tertibkan!” jelasnya.

Baca Juga:  Resahkan Warga, 30 Gepeng dan Anak Jalanan Dibina

Sebelum menertibkan pedagang kaki lima di Pasar Sei Sikambing, petugas Satpol PP juga melakukan penertiban rutin di Pasar Sutomo dan Pasar Tradisional Simpang Limun. Setelah itu menertibkan pedagang pulsa mobil di sepanjang Jalan Dr Mansyur. Hanya saja penertiban kurang maksimal, sebab petugas Satpol PP tidak mampu mengamankan sekitar 13 mobil rusak yang dijadikan tempat berjualan pulsa akibat keterbatasan peralatan. Padahal mobil rusak itu ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya begitu mengetahui pwetugas Satpol PP datang melakukan penertiban.(rv-17)

Related posts