PDAM Tirtanadi Ikuti Indonesia Water Forum ke-3 di Batam

KarakterNews.com – BATAM – Persatuan Perusahaan Air Minum Indonesia (PERPAMSI) bekerjasama dengan Badan Peningkatan Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum (BPPSPAM) dan PT Adhya Tirta Batam (ATB), untuk ketiga kalinya menggelar Indonesia Water Forum (IWF) ke-3, berlangsung di Hotel Aston Batam, yang dimulai pada tanggal 9-10 Juli 2018.

PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara sebagai salah satu anggota PERPAMSI mengambil bagian sebagai peserta IWF ke-3 di Batam, yang bertujuan bertukar informasi tentang masalah Air Minum, terutama bagaimana PDAM meningkatkan cakupan pelayanan air minum sesuai dengan target yang sudah dicanangkan Presiden RI, Tahun 2019 PDAM harus dapat melayani penduduk 100 % air minum dan 100 % air limbah. Untuk Sumatera Utara adalah dengan rencana SPAM Regional Kapasitas 2000 literperdetik.

Untuk meningkatkan cakupan pelayanan itu, PDAM harus bisa melakukan inovasi pembiayaan investasi untuk membangun instalasi air minum, mengingat terbatasnya subsidi dari Pemerintah.

Pembiayaan investasi untuk meningkatkan cakupan pelayanan air minum ini dapat dilakukan dengan pola kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan B to B (Bisnis to Bisnis) yang tertuang dalam Permen PU No. 121 dan No.122 Tahun 2016, sehingga dengan aturan itu PDAM tidak harus mendapatkan Pembiayaan Investasi Pengembangan Air Minum dari Pemeritah Pusat melalui APBN, tapi dapat juga melalui Investasi Swasta, karena pemenuhan kebutuhan air minum kepada masyarakat adalah kebutuhan yang utama dan diperlukan percepatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

Baca Juga:  PDAM Tirtanadi Pastikan Distribusi Air di Medan Kembali Lancar

Mengingat pentingnya IWF ke-3, yang dibuka oleh Asisten Deputi Infrastruktur Sumberdaya Air, Muhammad Zainal Fatah ini, dan PDAM Tirtanadi Pemprov Sumut sebagai anggota PERPAMSI, maka Dewan Pengawas bersama Direksi PDAM Tirtanadi, ikut menghadiri Indonesia Water Forum ke-3, untuk menambah wawasan dan pengetahuan tentang perkembangan PDAM se Indonesia, dan sekaligus bertukar informasi dan mencari solusi terhadap persoalan air minum yang dihadapi PDAM Tirtanadi.

Dewan Pengawas yang menghadiri IWF ke-3, masing-masing Sekretaris Dewan Pengawas Hasban Ritonga, Anggota Dewan Pengawas T Fahmi Johan, Farianda Putra Sinik dan Anggia Ramadhan, sementara dari Direksi PDAM Tirtanadi, masing-masing Direktur Administrasi dan Keuangan Arif Haryadian, Direktur Air Minum Delviyandri dan Direktur Air Limbah Heri Batangari Nasution.

Baca Juga:  PDAM Tirtanadi Bersama Pelti Medan Gelar Open Turnamen Tenis

Kepala Biro Penyehatan, Sekretariat Pengurus Pusat PERPAMSI, Dwike Riantara yang juga Ketua Panitia IWF 2018, saat dihubungi wartawan menjelaskan, IWF 2018 diikuti sekitar 400 orang yang berasal dari PDAM, BUMN dan Swasta.

“Event ini dibagi dalam 4 forum, 2 training dan 1 lokakarya. Selain itu, ada juga Water Golfers Gathering serta kunjungan ke Singapore International Water Week,” jelas Dwike Riantara.

Beberapa narasumber dari Kementerian PUPR, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, BPPSPAM, PDAM, PERPAMSI, Perusahaan Swasta, Akademisi dan Praktisi dipastikan hadir untuk berbagi informasi dan pengetahuan.

Selain fokus mengenai kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Forum Teknologi Geographic Information System atau System Informasi Geografis (GIS) dan Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) bakal dikupas tuntas dalam forum tersebut.

Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja Operasional, PDAM Tirtanadi Tambah Pompa IPA Deli Tua

“Forum GIS diarahkan ke pembentukan platform pengembangan GIS bersama-sama oleh komunitas PDAM sekaligus memandu langkah-langkah optimalisasi GIS yang dibangun. Mengingat, banyak yang sudah memiliki GIS tapi manfaat nyata untuk kinerja pelayanan belum terasa,” ujar Dwieke.

Sementara training SCADA, dikemukakan Dwieke, diutamakan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia (SDM) perusahaan-perusahaan air minum yang sudah menerapkan SCADA.

“Implementasi SCADA masih terbatas, tapi infrastruktur yang sudah dibangun pemerintah maupun oleh perusahaan sendiri harus dioptimalkan agar berkesinambungan, baik dalam pengoperasian maupun pemeliharaan,” ungkapnya. (kn-m09)

Related posts