December 17, 2017

PDAM Di Provinsi Sumatera Utara, Masuk Grup Pertama Program 10 Juta SR

Ilustrasi PDAM
Ilustrasi PDAM

Karakternews.com – Menyusul pemutihan utang yang dilakukan Pemerintah senilai Rp 4,2 triliun melalui mekanisme hibah kepada Pemerintah Kabupaten/Kota yang dilanjutkan dengan penyertaan modal Pemerintah Daerah kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), Pemerintah juga tengah menyusun insentif terhadap 49 PDAM yang sudah melunasi hutangnya.

Dikatakan Sekretaris Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, Rina Agustina, pihaknya akan memberikan reward terhadap PDAM yang sudah melunasi hutangnya. “Insentif itu bukan dalam bentuk uang tunai, tapi berupa prioritas kemudahan dalam membangun program-program realisasi 10 juta SR. Intinya, insentifnya kita dukung untuk mengembangkan SR-nya, kita prioritaskan mereka,” sebutnya, Senin (28/3/2016).

Rina Agustina mengharapkan melalui insentif ini, maka PDAM dengan aliran dana yang positif, bisa lebih digenjot untuk memaksimalkan peranannya. Terkait insentif ini, tidak dapat digeneralkan, melainkan harus dilihat kasus per kasus, menyesuaikan dengan kebutuhan PDAM yang telah melunasi hutangnya. “Contohnya, mereka bikin master plan, insentifnya kita berikan pendampingannya atau kita support melalui capacity buliding dari SDM-nya, dan bisa juga kita kasih jaminan dari pemerintah kalau mau pinjam,” ungkapnya.

Dikatakan Rina Agustina, penyusunan program-program pembangunan akan dilakukan bersamaan dengan penyusunan program penyelesaian hutang milik PDAM. Sehingga, program penyehatan PDAM sejalan dengan program 10 juta SR. “Adapun rencana grouping pelaksanaan pemetaan 10 juta SR yang disusun Kementerian PUPR, Perpamsi dan Iuwash telah membagi ke dalam dua grup besar, yakni ;

Grup pertama terdiri atas PDAM yang berlokasi di Provinsi Sumatra Utara, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat. Sedangkan grup kedua terdiri atas PDAM yang berlokasi di Provinsi lainnya.

Grup pertama itu, disebutkan Rina, merujuk kepada PDAM yang tergolong sehat, sehingga bisa menyiapkan diri untuk diberikan fasilitas agar bisa langsung melakukan investasi pembangunan sambungan rumah. Dan untuk grup dua merujuk pada PDAM yang belum sehat, sehingga perlu disehatkan terlebih dahulu sebelum diberikan fasilitas untuk membangun sambungan rumah. (bnis.c/kn-m08)

Related posts