September 26, 2018

PA Kelas I Medan Tangani 3000 Kasus, 80 Persen Perceraian

KarakterNews.com – MEDAN – Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S M.Si mengaku prihatin atas tingginya angka perceraian di Kota Medan. Dari 3.000 kasus yang ditangani Pengadilan Agama (PA) Medan Kelas I A selama setahun, 80 persen merupakan kasus perceraian, sedangkan sisanya 20% kasus lain, seperti soal warisan, harta gono-gini, hak asuh anak dan ekonomi syariah.

Keprihatinan ini disampaikan Walikota Medan Dzulmi Eldin, saat menerima kunjungan Ketua PA Kelas I Medan di Rumah Dinas Walikota Medan, Rabu (11/4/2018). Selain bersilaturahmi dan memperkenalkan diri, juga membangun sinergitas dengan Pemko Medan, terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Didampingi Asisten Umum, Ikhwan Habibi Daulay dan Kabag Agama Setdakot Medan Adlan, Walikota Medan berharap agar pihak PA Kelas I Medan berupaya semaksimal mungkin untuk menekan angka perceraian. Apalagi sebelum memutuskan perkara perceraian, pihak PA lebih dahulu melakukan mediasi.

Baca Juga:  Sidang Cerai Ricuh, "Aku Sudah Kesal Dengan Dia"

Selanjutnya, Walikota Medan Dzulmi Eldin menyatakan, Pemko Medan melalui OPD terkait siap mendukung penuh PA Kelas I Medan sehingga pekerjaan yang dijalankan dapat terlaksana dengan baik. Selama ini, hubungan Pemko Medan dengan PA Kelas I Medan sudah terjalin dengan baik.

Ketua PA Kelas I Medan, Drs Misran SH M.Hum didampingi sejumlah bawahannya menjelaskan, kedatangan mereka untuk memperkenalkan diri sekaligus bersilaturahmi dengan Walikota beserta jajarannya. “Saya baru menjabat sebagai Ketua PA Kelas I Medan. Untuk itu, saya datang untuk bersilaturahmi sekaligus menjalin sinergitas dengan Bapak Walikota,” ujarnya.

Misran memaparkan, PA Kelas I Medan dalam setahun menerima dan menangani 3.000 kasus. Kasus yang paling banyak ditangani menyangkut masalah perceraian. “Dari 3.000 kasus yang ditangani, 80 persen merupakan kasus perceraian. Sisanya menyangkut masalah harta warisan, harta gono-gini, hak asuh anak serta ekonomi syariah. Saat ini, Ekonomi Syariah tidak hanya menyangkut Islam saja, tapi juga di luar Islam,” ungkapnya.

Baca Juga:  Sidang Cerai Ricuh, "Aku Sudah Kesal Dengan Dia"

Disebutkan Misran, faktor yang menjadi penyebab utama perceraian yang ditangani menyangkut masalah ekonomi, kurang bertanggung jawab, adanya pihak ketiga dan adanya campur tangan keluarga. Namun, pemicu utama perceraian yang kita tangani adalah faktor ekonomi. “Dari 80 persen kasus perceraian yang ditangani, lebih 50% pemicunya disebabkan faktor ekonomi,” paparnya. (kn-m09)

Related posts