Ngeri Ah, Bayi 2 Bulan Dijual Mertua Rp 4 Juta

Medan – Seorang menantu melaporkan ibu mertuanya ke Polda Sumatera Utara atas tuduhan menjual bayinya yang masih berusia 2 bulan seharga empat juta rupiah. Kasus tersebut hingga kini masih di dalami pihak Kepolisian. Peristiwa ini dialami pasangan suami istri, Pikran Kumar dan Sarnia Dewi, warga Jalan Karya Pembangunan, Kecamatan Medan Polonia, Provinsi Sumatera Utara.

Pria berusia 28 tahun ini menuding, ibu mertuanya telah menjual bayi buah cinta mereka kepada orang lain berinisial A dengan harga Rp 4 juta, anak bungsu pasangan Pikran dan Sarnia Dewi di jual sang mertua saat usia sang bayi masih berusia dua bulan. Perbuatan ini membuat Pikran kesal dengan sang ibu mertua yang sejak dulu tidak merestui perkawinannya dengan sang istri (Sarnia Dewi-red).

Baca Juga:  Bayar Rp. 150 Juta, Tak Jadi Masuk Penjara

Pikran sempat mempertanyakan keberadaan bayinya yang sejak lahir tinggal di rumah mertuanya di kawasan pasar empat Padang Bulan, namun ibu kandung istrinya tersebut tidak mengijinkan Pikran menemui putra sulungnya.

Hingga akhirnya, Pikran mengetahui bayinya yang sudah di beri nama Cailes sudah tidak berada lagi di rumah bersama istrinya, sang istri yang sempat mengasuh putranya mengaku anaknya di adopsi kepada orang lain dengan imbalan uang empat juta rupiah.

Pikran menuturkan, istrinya terpaksa memberikan bayinya yang lahir di Rumah Sakit Umum Fajar Medan, kepada orang lain karena di paksa dan diancam tidak di akui sebagaai anak oleh ibu mertuanya. Kasus dugaan penjualan bayi ini, sudah di laporkan ke Polda Sumatera Utara oleh Pikran didampingi lembaga perlindungan anak. Hingga kini, kasus tersebut belum juga terungkap dan ibu mertua yang dituduh menjual bayi tersebut belum ditangkap.

Baca Juga:  Curi Anjing, Cacing Tewas & Iin Kritis Dimassa

Pasangan suami istri muda ini berharap, putra keempatnya yang kini masih berusia dua bulan agar dikembalikan lagi kepada keluargnya dan memohon keluarga yang mengadopsi bayinya segera mengembalikannya kepada mereka,” pinta Pikran. (kn/m-07)

Related posts