December 17, 2017

Ngaku Sakit, Liberty Pasaribu Minta Tidak Ditahan

Medan – Mantan Plt Bupati Toba Samosir (Tobasa), Liberty Pasaribu menjalani pemeriksaan selama 12 jam, sejak pukul 10.00 wib hingga pukul 21.00 wib di Subdit III/Tipikor, Ditreskrimsus Poldasu, Kamis (29/10/2015). Usai diperiksa, tersangka korupsi khas Pemkab Tobasa sebesar Rp 3 miliar itu mengaku sakit jantung supaya tidak ditahan.

“Demi kemanusiaan, Liberty Pasaribu tidak kita tahan. Karena, dirinya mengaku sakit jantung dibuktikan dengan surat keterangan dokter,” kata Kabid Humas Poldasu Kombes Pol.Helfi Assegaf kepada wartawan, Jumat (30/10/2015) di Mapolda Sumut.

Kata Helfi, untuk sementara pemeriksaan terhadap tersangka Liberty Pasaribu sudah selesai dan penyidik tinggal melakukan resume untuk pengiriman berkas ke Kejaksaan. “Pemeriksaan sudah selesai, tapi manakala berkas yang dikirim ke Jaksa dinyatakan belum lengkap, bisa saja Liberty diperiksa kembali,” ungkapnya.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Rp. 3 Miliar, Mantan Bupati Tobasa Ditahan

Mantan Sekda Tobasa (tahun 2006) ini dijadikan tersangka dugaan korupsi membobol kas Pemkab Tobasa TA 2006 sejak 19 Oktober 2015, setelah penyidik Tipikor Poldasu dan Bareskrim Mabes Polri empat kali melakukan gelar perkara, tersangka membobol kas bersama Monang Sitorus (Bupati Tobasa periode 2005-2010), Arnold Simanjuntak (Kabag Keuangan Sekda), Bemprit Hutapea dan Jansen Batubara.

Disebutkan, pengeluaran uang sebesar Rp 3 miliar melalui BRI Cabang Balige dan Tarutung dalam bentuk cek, yaitu pada 25 Juli 2006 sebesar Rp 1,5 miliar dan 22 Februari 2006 sebesar Rp 1,5 miliar. Dana itu kemudian diambil di BRI Cabang Kebayoran Baru, Jakarta untuk kepentingan pribadi Monang Sitorus.

Baca Juga:  Korupsi Rp.3 Miliar, Mantan Bupati Tobasa Divonis 1 Tahun Penjara

“Langkah-langkah dilakukan Subdit III/Tipikor Poldasu, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, yaitu Monang Sitorus, Arnold Simanjuntak (saat ini masih ditahan di Rutan klas II B Balige), Benprit Hutapea dan Jansen Batubara. Penyidik juga memeriksa Rohimat Sargo dari BRI Cab. Tarutung, Jonas Togatorop staf BRI Cabm. Balige, Sugianto, Pekas BRI Cab Kebayoran Baru, serta saksi ahli dari BPKP Sumut,” papar Kombes Pol.Helfi Assegaf, menambahkan, Pasal yang dikenakan kepada tersangka, Pasal 55 ayat (1) ke-1 Jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana Jo Pasal 2 (1) subs Pasal 3 UU No. 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman 20 tahun penjara.(kn/m-07)

Related posts