Merayakan Idul Fitri, Ini Dilakukan Nabi Muhammad SAW

KarakterNews.com – MEDAN – Rasulullah SAW memerintahkan pada umatnya, baik laki-laki maupun perempuan, untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri. Ibnu Abbas mengisahkan, Nabi Muhammad senantiasa keluar rumah bersama istri dan anak-anaknya pada hari besar umat Islam (Idul Fitri dan Idul Adha).

Nabi Muhammad SAW keluar rumah untuk menuju tempat shalat. Dimana shalat Idul Fitri dan Idul Adha itu merupakan sunah muakad. Sayyid Sabiq melalui karyanya, Fiqih Sunnah, shalat Idul Fitri lebih utama dilakukan di lapangan. Boleh digelar di dalam masjid, dengan catatan karena ada halangan, seperti hujan atau bentuk halangan lainnya.

Sayyid Sabiq menuturkan, Rasulullah biasa menunaikan shalat hari raya di lapangan dan tidak pernah menjalankannya di masjid. “Hanya sekali itu terjadi saat turun hujan,” ujarnya.

Sebelum shalat di lapangan, Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah dalam buku “Fiqih Wanita” mengatakan, disunahkan bagi umat Muslim untuk mandi, mengenakan pakaian dan wewangian terbaik yang dipunyai. Menurut Anas bin Malik, Rasulullah menekankan kedua hal itu, bahkan beliau mempunyai pakaian khusus yang dipakainya pada hari Jumat dan Hari Raya.

Baca Juga:  141 Napi Cabang Rutan Pancur Batu Dapat Remisi

Bagi perempuan, pemakaian wewangian itu sebaiknya tidak berlebihan sehingga tidak terjerembap ke dalam perbuatan dosa. Sebelum berangkat ke tempat shalat, ada hal lain yang dicontohkan Rasulullah, yakni makan. Nabi Muhammad mengkonsumsi kurma dalam jumlah ganjil. Ibnu Qudamah menyatakan, tidak ada perbedaan pendapat mengenai hal ini.

Para perempuan, termasuk janda, gadis dan juga perempuan lanjut usia bahkan yang sedang haid dianjurkan untuk melangkahkan kakinya menuju lapangan agar dapat menyaksikan kebaikan dan doa kaum Muslim. Ketika khotbah, misalnya, mereka bisa mengambil pelajaran dari khotbah itu meski mereka tidak menunaikan shalat.

Syaikh Kamil Muhammad Uwaidah mengatakan, hendaknya para suami berangkat bersama istri dan anak-anaknya ke tanah lapang sambil bertakbir. Ummu Athiyyah menuturkan, kaum perempuan pada masanya diperintahkan keluar rumah pada hari raya juga mengajak perempuan yang haid di mana mereka berada di belakang orang-orang yang shalat. Mereka bertakbir dan berdoa.

Baca Juga:  PNS Membolos Usai Cuti Lebaran, Tak Ada Toleransi

Dianjurkan agar saat berangkat dan pulang dari tempat pelaksanaan Idul Fitri melalui jalan yang berbeda. Pada praktiknya, shalat hari raya dikerjakan tanpa mengumandangkan azan dan iqamat. Selain itu, tidak satu pun dalil yang menetapkan adanya shalat sunah sebelum atau sesudahnya,” ungkap Uwaidah.

Keterangan Ibnu Abbas menjadi sandaran tentang hal ini. Menurut dia, Rasulullah pernah berangkat untuk shalat pada hari raya. Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat dan tidak menjalankan shalat lain sesudah atau sebelumnya. Shalat hari raya jumlahnya dua rakaat. Pada rakaat pertama, setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca Al Fatihah, disunahkan membaca takbir sebanyak tujuh kali.

Selanjutnya, pada rakaat kedua, membaca takbir lima kali sambil mengangkat tangan setiap kali bertakbir. Shalat ini sah, baik oleh laki-laki, perempuan dan anak-anak, dalam keadaan musafir atau mukim secara berjamaah atau sendirian di lapangan, masjid atau rumah. Mereka yang tertinggal shalat berjamaah hendaknya tetap shalat dua rakaat.

Baca Juga:  Arus Mudik H-5, Walikota Bersama Gubernur dan Kapolda Tinjau Terminal

Ditambahkan Uwaidah, alangkah baiknya kalau perempuan pun bersedekah. Mengenai hal ini, Jabir bin Abdullah menyatakan, Nabi Muhammad pernah turun dari mimbar setelah shalat dan khotbah. Kemudian, Rasulullah mendatangi kaum perempuan dan mengingatkan mereka untuk bersedekah. Ketika itu, Muhammad bersandar pada tangan Bilal, lalu Bilal mengembangkan jubahnya.

Tidak berapa lama, para perempuan memasukkan sedekah ke dalam bentangan kain jubah itu. Jabir bertanya pada Atha, apakah itu merupakan zakat fitri dan dijawab bukan, melainkan sedekah pada hari itu. Ada di antara perempuan-perempuan itu yang melepas cincinnya dan apa pun yang mereka miliki. (rpk.c/kn-m10)

Related posts