December 18, 2017

Menko Maritim : Ada 5 Investor, Percepat Proyek Badan Otorita Danau Toba

Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan didampingi Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, memberi penjelasan proyek Badan Otorita Danau Toba di kawasan Sibisa. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan meminta berbagai pihak mempercepat implementasi proyek Badan Otorita Danau Toba di kawasan Sibisa. Dalam tahun ini, masalah penggunaan lahan 605 hektar yang akan dikelola Badan Otorita dapat agar segera dituntaskan.

Permintaan ini disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan dalam Rapat Koordinasi Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Danau Toba (BPODT), dengan agenda pembahasan perkembangan pengelolaan KSN Danau Toba di Kantor Badan Otorita Danau Toba, di Medan, Jumat (6/10/2017), dihadiri Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, Wakil Gubsu Nurhajizah Marpaung, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Danau Toba Arie Prasetyo, RE Nainggolan dan sejumlah unsur SKPD di jajaran Pemprov Sumut.

“Tahun ini, masalah penggunaan lahan 605 hektar diharapkan dapat selesai terutama terkait proses Amdalnya. Ini harus kita percepat. Saat ini, sudah ada lima investor dari Singapura, Tiongkok, Jepang dan Korea yang bersedia membangun hotel, convention center dan golf disana,” ungkap Luhut Binsar Pandjaitan.

Baca Juga:  Menko Maritim Amankan Keputusan Menteri BUMN, 30 Hari Pejabat Baru Ditetapkan

Dikemukakan Menko Maritim, dari 605 hektar itu, maka yang akan digunakan 50 persennya atau sekitar 300 hektar, selebihnya akan digunakan sebagai hutan. Untuk lahan kebun bunga hingga saat ini masih dalam proses, dan kita harapkan awal tahun depan juga harus sudah selesai, lokasinya juga kita harapkan tidak jauh dari airport,” ujarnya.

Sementara untuk infrastruktur pendukung kawasan Otorita Danau Toba, Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan, pada 10 Oktober mendatang, direncanakan Presiden Jokowi akan meresmikan Jalan Tol Medan-Tebing Tinggi, Bandara Silangit akan mulai dioperasionalkan tanggal 28 Oktober sebagai Bandara Internasional. Termasuk jalan akses masuk ke kawasan otorita sepanjang 60 Km juga akan dibangun.

Baca Juga:  Menko Maritim Amankan Keputusan Menteri BUMN, 30 Hari Pejabat Baru Ditetapkan

Disinggung soal keramba jaring apung (KJA) yang hingga saat ini masih belum menemukan solusi, disebutkan Luhut Binsar, saat ini pihaknya masih menunggu hasil kajian KJA Danau Toba yang sedang dilakukan oleh World Bank. “Sekarang, kita masih menunggu hasil kajiannya dari world bank, sehingga nanti kita akan tahu berapa banyak jumlah keramba di sana, berapa keramba yang dibolehkan hingga di lokasi-lokasi mana saja yang dibolehkan,” ujar Menko Maritim.

Sementara itu, Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi menyampaikan dari hasil rapat itu sudah banyak mengalami kemajuan seperti proses administrasi, proses Amdal dan pembahasan kawasan lainnya. “Jadi sesuai keinginan kita, kawasan Otorita Danau Toba itu seluas 605 hektar, tapi yang mendapatkan rekomendasi hanya 386 hektar, selebihnya tetap menjadi hutan lindung,” ujarnya.

Baca Juga:  Menko Maritim Amankan Keputusan Menteri BUMN, 30 Hari Pejabat Baru Ditetapkan

Terkait usulan Bupati Taput untuk lahan taman bunga seluas 254 hektar yang diberikan rekomendasi hanya 81 hektar, sebab sebagian lahannya masih berada di hutan lindung. Begitu juga untuk lahan taman bunga di Humbang Hasundutan seluas 1.564 hektar yang disetujui 533 hektar. Jadi kalau kita lihat luas lahan untuk Otorita Danau Toba ini ada sekitar 1.000-an hektar,” ungkapnya. (kn-m09)

Related posts