December 17, 2017

Mengukir Harapan Baru, Upaya Serius Pemerintah Dalam Membangun Papua

Presiden RI, Joko Widodo, saat disambut masyarakat Papua, beberapa waktu lalu. (ist)

KarakterNews.com – Harapan masyarakat Papua untuk menjadi lebih baik, lebih bermartabat dan lebih sejahtera itu kini telah muncul. Harapan untuk keluar dari lingkaran kebodohan, kemiskinan dan ketertinggalan itu terbit melalui seorang pemimpin yang sederhana namun peduli terhadap perkembangan provinsi paling timur di bumi Indonesia itu.

Joko Widodo (Jokowi), Presiden Republik Indonesia saat ini tidak jarang berulangkali mengunjungi Papua, mulai dari berdialog dan berinteraksi dengan masyarakat suku setempat, sampai meninjau kondisi pembangunan Jalan Trans-Papua yang kelak akan menumbuhkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru disana.

Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari akar rumput sampai kalangan elit pemerintahan Papua turut mengapresiasi gebrakan dari Jokowi dalam membuka isolasi wilayah pedalaman Papua melalui pembangunan berbagai infrastruktur. Seorang Tokoh Masyarakat Papua, Michael Manufandu mengatakan perhatian yang begitu besar dari pemerintahan Presiden Jokowi terhadap Papua harus disyukuri oleh seluruh lapisan masyarakat di wilayah itu. Ya, pembangunan yang massif di Papua kini memang telah menjadi asa baru yang mulai terbit menyingsing.

Baca Juga:  Gebrakan Presiden Jokowi Dalam Membangun Papua

Asa itu kini terang benderang menjadi harapan baru untuk hidup yang lebih baik. Jika desa-desa di Papua yang dulu kala gelap gulita, kini menjadi terang berkat kebijakan peningkatan rasio elektrifikasi di daerah-daerah tertinggal. Adalah Desa Ampas Keerom, yang telah menikmati terangnya lampu di malam hari berkat selesainya pembangunan pembangkit listrik kecil dengan sistem solar panel di desa tersebut.

Bahkan, warga desa dapat menikmati penerangan tersebut hanya dengan patungan sebesar 20 ribu saja perbulannya. Padahal dulu warga desa Keerom bisa habis 200 ribu hanya untuk membeli sebuah pelita, botol kecil berisi minyak tanah yang diberi sumbu. Namun sejak terangnya desa keerom dengan listrik, uang tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain.

Selain membangun secara fisik, Presiden juga mengajak putra asli Papua untuk turut membangun negeri. Penunjukan Ajudan Presiden dari putra Papua, Johny Eddizon Isir, seorang Perwira Polisi menunjukan pesan politik yang sangat tegas,Jokowi ingin. Dan dilantiknya Johnny sebagai ajudan Presiden adalah sejarah baru bagi Papua. Jokowi mengangkat harkat dan martabat masyarakat Papua ke level yang lebih tinggi lagi.

Baca Juga:  Diharapkan, Prof Runtung Sitepu Inisiasi Audit USU Secara Terbuka

Secercah asa harapan pembangunan untuk rakyat Papua kini tidak perlu lagi dipersandingkan dengan hal-hal berkaitan tuntutan mengenai HAM, politisasi isu sosial, dan ujaran-ujaran kebencian yang dikumandangkan dari mulut seorang provokator.

Sekelompok kecil provokator yang selama ini berteriak mengatasnamakan rakyat (padahal hanya sekelompoknya saja) sudah sangat jelas tidak memberikan kontribusi apa-apa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya sendiri. Isu SARA pun banyak dimainkan oleh provokator ini untuk kepentingan kelompoknya.

Isu kontraktor bukan orang asil Papua, semua pendatang yang dianggap mencari uang dan ‘merampas’nya keluar dari Papua, biasanya merupakan isu yang paling sering dimainkan. Padahal ditengah pesatnya pembangunan demi kemakmuran rakyat, sudah sewajarnya apabila seluruh lapisan rakyat Papua mendukung Pemerintah Jokowi dan mulai meninggalkan para provokator-provokator yang selama ini memang tidak pernah memberikan kontribusinya untuk rakyat sama sekali.

Papua bak seorang Cinderella dengan segala kisahnya. Berada di tangan yang salah selama puluhan tahun menjadikannya tertinggal dibandingkan dengan saudara-saudaranya di provinsi lain. Namun, setelah menemukan seorang pangeran yang meminangnya, naiklah derajat martabat Cinderella menjadi seorang Ratu yang cantik jelita.

Baca Juga:  Gebrakan Presiden Jokowi Dalam Membangun Papua

Setelah bertemu Jokowi, mulailah Papua merasakan keadilan yang diidam-idamkan. Ketertinggalan pembangunan di bidang ekonomi membuat Jokowi bekerja sangat keras untuk memacu kesejahteraan dan mengembalikan Papua menjadi ”anak kesayangan” Ibu Pertiwi kembali. Papua bagaikan bintang di malam hari, memberikan cahayanya untuk bumi Indonesia yang diselimuti gelap seperti halnya dengan perhatian Jokowi terhadap Papua saat ini. Kini Papua telah menjadi bintang harapan baru bagi rakyat Papua untuk dapat kembali bersinar di dalam kehidupan. *** (Penulis : Indah Rahmawati Salam – Mahasiswi IAIN Kendari)

Related posts