November 23, 2017

Massa Pendemo : Kejati Sumut Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan di Pemprovsu

Massa pendemo dari DPP Gema Sumut melakukan aksi demo dengan membentang spanduk ukuran besar. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Dugaan penyimpangan anggaran di Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) Tahun Anggaran (TA) 2016, mulai muncul ke permukaan. Hal ini dibeberkan puluhan massa pendemo dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Masyarakat Sumatera Utara (Gema Sumut), di depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Kamis (2/10/2017).

Dikemukakan DPP Gema Sumut, beberapa dugaan penyimpangan tersebut, diantaranya, kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2012-2015 senilai Rp1,5 miliar, penyaluran dana BOS TA 2016 senilai Rp1,1 miliar, terindikasi fiktif sebab rekening penerima BOS tidak diketahui.

Selain itu, indikasi korupsi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut senilai Rp 653 juta, pencairan UP di BPBD Sumut senilai Rp 200 juta yang tidak sesuai ketentuan. Selanjutnya, masalah penerimaan retribusi daerah atas kegiatan penyelenggaraan sekolah dan Diklat di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut TA 2016 senilai Rp 584 juta.

Baca Juga:  GMP2SU Demo Kejati Sumut, Tuntut Dirut PT Pelindo I Diperiksa

Permasalahan ini sudah menjadi temuan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Maksudnya, indikasinya telah terjadi dugaan korupsi. “Kami minta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajati Sumut) agar menginstruksikan jajaran dibawahnya untuk segera mengusut tuntas kasus-kasus tersebut, sehingga Provinsi Sumatera Utara ini bersih dari para koruptor,” kata Koordinator Aksi, Zarkasih Margolang dalam orasinya.

Sedangkan Koordinator Lapangan Gema Sumut, Zari Aditya Rangkuti, menyatakan dalam kaitan sejumlah temuan itu, pihaknya mendesak Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi, segera mencopot oknum pejabat atau Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terlibat. “Kita minta Gubsu mencopot Kepala SKPD yang terjangkit virus korupsi,” pungkasnya.

Apabila tuntutan ini tidak ditindaklanjuti, Gema Sumut akan kembali menggelar aksi demo, sehingga oknum pejabat yang terlibat diseret ke meja pengadilan untuk diadili,” kata Zari Aditya. (kn-m09)

Related posts