‘Masjid Jogokaryan’ Tidak Tergantung Infak Dibahas di Garuda Citra

KarakterNews.com – MEDAN – Komunitas Pecinta dan Pembela Masjid Sumatera Utara, Senin (15/1/2018) ini menggelar diskusi tentang penguatan managemen Masjid dengan tema “Kuatkan Managemen Masjid untuk Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat” di Hotel Garuda Citra, Jalan Sisingamangaraja, Medan.

Diskusi ini digelar setelah Ketua Komunitas Pecinta dan Pembela Masjid Sumatera Utara, Anwar Bakti melakukan studi banding selama sepekan di Masjid Jogokaryan, Jalan Jogokariyan Nomor 36 Yogyakarta. Kemudian tampil sebagai pembicara, Shohibul Anshor Siregar, Faisar Ananda Arfa dan Muhammad Norman.

“Masjid Jogokaryan hanya Masjid kampung yang sederhana. Namun, soal manajemen dan kemakmuran rumah ibadah, Masjid ini layak ditiru. Sebab, usai sholat shubuh para jemaah akan diberikan sarapan berupa nasi lengkap dengan lauk pauknya.,” ungkap Anwar Bakti, ketika ditemui di kediamannya, Jalan Bambu Medan, Minggu, (14/1/2018).

Anwar menjelaskan, dirinya bersama tim melakukan studi banding ke Masjid itu selama sepekan. Hasil studi kita di Jogokaryan akan dipaparkan sekaligus didiskusikan sebagai penguatan peran Masjid di Sumut.

Dipaparkan Anwar Bakti, banyak hal yang dapat ditiru dari Masjid Jogokaryan terlebih soal pengelolaan serta melimpahnya jumlah jemaah di setiap waktu sholat, termasuk shubuh. “Masjid ini tidak tergantung dengan infak. Bahkan, dengan manajemen yang profesional, Masjid Jogokaryan justru membantu kehidupan ekonomi warga sekitar. Tidak hanya itu, Masjid Jogokaryan mampu menjadikan ekonomi berbasis Masjid sebagai penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Berbeda dengan kebanyakan pengurus Masjid yang mengumumkan saldo infak bernilai jutaan rupiah, Masjid Jogokaryan justru selalu berupaya agar pada tiap pengumuman, saldo infak hanya nol rupiah. Alasannya sangat sederhana. Saldo yang sangat besar akan menyakiti tatkala sebagian warga yang sakit namun tidak punya biaya untuk berobat atau ada warga miskin yang tidak bisa bersekolah, dan lainnya namun uang di kas Masjid melimpah,” ungkap Anwar, seraya menambahkan, melalui diskusi ini nantinya semua hadirin dapat mengetahui apa dan bagaimana sesungguhnya peran Masjid dalam membangkitkan perekonomian ummat. (kn-m09)

Related posts