November 23, 2017

Mantap, Sudah Ada Angkutan Massal Di Sumut

Medan – Untuk melayani kebutuhan transportasi angkutan umum, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengoperasikan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang), dan sekaligus sebagai upaya menekan kemacetan arus lalu-lintas. Pengoperasian BRT Trans Mebidang ini ditandai dengan uji coba dan pelepasan bus BRT Trans Mebidang dari halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (5/11/2015).

“Tahap awal, BRT Trans Mebidang beroperasi 30 armada, melayani penumpang koridor Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai. Bus ini sumbangan dari Kementerian Perhubungan dan dioperasikan oleh Perum Damri Kantor Cabang Medan,” kata Plt. Gubernur Sumatera Utara, Ir.H.T Erry Nuradi.

Kata Erry Nuradi, pengoperasian BRT Trans Mebidang ini sebagai upaya menyahuti melonjaknya kebutuhan transportasi akibat meningkatnya populasi penduduk dan perkembangan wilayah di kawasan Medan, Deliserdang, Binjai dan Karo. “Satu sisi, pertumbuhan penduduk memberikan dampak positif bagi perkembangan wilayah pinggiran,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Sumut, Anthony Siahaan menjelaskan, untuk sementara BRT Trans Mebidang masih melayani dua rute, yakni Medan-Lubuk Pakam dan Medan-Binjai. “Total armada yang tersedia masih 30 bus. Selanjutnya, kita terus mengembangkan tujuh koridor lainnya agar segera beroperasi. Keseluruhan koridor nantinya akan membentuk jaringan pelayanan angkutan massal yang bisa mengurangi kemacetan,” ungkapnya

Secara rinci, BRT Trans Mebidang yang termasuk dalam koridor satu (Medan-Lubuk Pakam) akan berangkat dari Pusat Pasar (Jalan Sambu), Jalan Asia, Jalan Pandu, Jalan Sisingamangara, Jalan Medan, Tanjung Morawa, dan Terminal Lubuk Pakam. Ongkos koridor satu Medan-Lubuk Pakam dikenakan biaya Rp 7 ribu (jauh dekat). Selanjutnya, Bus kembali dari Terminal Lubuk Pakam, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Rahmadsyah, Jalan Sutomo, Jalan MT Haryono dan Pusat Pasar.

Untuk koridor kedua (Medan-Binjai) akan melintasi rute dimulai dari Terminal Binjai, Jalan Medan, Binjai, Jalan Gatot Subroto, Jalan Kapten Maulana Lubis, Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, Jalan Bukit Barisan, Jalan Stasiun KA, Jalan MT Haryono dan Pusat Pasar. Sedangkan rute kembali melintasi Pusat Pasar, Jalan Sutomo, Jalan Prof M Yamin, Jalan Putri Hijau, Jalan Guru Patimpus, Jalan Gatot Subroto, Jalan Medan, Binjai, dan Terminal Binjai. Koridor Medan-Binjai dengan ongkos jauh dekat dikenakan Rp 6 ribu perorang.

Mendukung BRT Trans Mebidang, telah tersedia halte sebanyak 12 unit di Deliserdang, 8 unit di Binjai dan 18 unit di Kota Medan, baik pembangunan yang baru maupun revitalisasi yang lama. (kn/m-07)

Related posts