November 23, 2017

Mantan Ketua DPR RI Siap Maju Jadi Caketum Golkar, 17 Mei Di Bali

Priyo Budi Santoso, saat deklarasi maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar.
Priyo Budi Santoso, saat deklarasi maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar.

Karakternews.com – Mengucapkan “Bismillahirrahmanirrahim, saya menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum Partai Golkar,” kata Priyo Budi Santoso, saat deklarasi, di Kantor DPP Partai Golkar Jakarta, Kamis (14/4/2016).

Dikemukakan mantan Ketua DPR RI ini, dengan berbagai pertimbangan dan hitungan yang matang, serta kesiapan saya lahir batin, maupun berbagai pertimbangan, saya sudah berkomunikasi dengan senior Golkar seperti Aburizal Bakrie (ARB), Agung Laksono, Jusuf Kalla, hingga BJ Habibie. “Langkah ini sebagai strategi lompatan dalam karir politik, jika nanti jadi ketua umum, saya berencana hidupkan kembali jaring-jaring baru, dari kalangan ABG, Tentara, Polri, birokrasi,” ungkap Priyo Budi.

Selama berkarir 29 tahun di Golkar, kata Priyo Budi Santoso, dirinya melihat sempat ada ancaman perpecahan setelah konflik selama setahun lebih. Namun, ancaman perpecahan ini berakhir setelah ada kesepakatan semua pihak untuk islah. “Orang prediksi Golkar tinggal tulang belulang karena dilanda perpecahan, tapi kini, Alhamdulillah di menit terakhir atas keinginan dan energi positif dari banyak pihak, akhirnya Golkar sepakat melaksanakan Munaslub,” ucapnya.

Kalau terpilih menjadi Ketua Umum, Priyo akan membawa Golkar ke Pemerintahan. Prinsip ini sesuai arah Golkar sebagai partai pendukung pemerintah. “Kalau saya mendapat mandat, saya tidak ragu membawa partai bekerjasama dan mendukung pemerintahan Jokowi-JK, nanti masyarakat boleh berduyun-duyun datang ke kantor partai untuk menyampaikan apapun aspirasinya,” ujarnya.

Disisi lain, Priyo berjanji akan mengedepankan politik luhur dan bersih untuk menjadi tradisi Golkar baru serta mengedepankan politik tengah tanpa kekerasan. “Dalam situasi sesulit apapun, saya pastikan Golkar akan kedepankan fatsun politik dari seluruh komponen bangsa. Dan yang terakhir saya ingin memastikan seluruh perbedaan kemarin akan kami payungi untuk Golkar bersatu,” paparnya.

Dengan mengusung motto “Priyo Budi Santoso Harapan Baru Golkar Bersatu”, Priyo mengaku, pihaknya akan menerapkan sejumlah kebijakan bila menerima mandat sebagai Ketua Umum Golkar. Kebijakan itu antara lain menghidupkan kembali jaring-jaring baru ABG (ABRI/militer, Birokrasi dan Golongan Karya), menghidupkan doktrin karya-kekaryaan, tidak ragu menyukseskan jalannya pemerintahan dengan mendukung penuh Pemerintahan Jokowi-JK serta menghidupkan kembali seluruh kantor pengurus Golkar di desa-desa,” pungkasnya.

Menyinggung terkait usulan setoran Rp 20 miliar untuk menjadi calon Ketua Umum Golkar, kata Priyo, hal itu telah dibantah Wakil Ketua Umum Golkar Nurdin Halid selaku Ketua Steering Comitte. “Itu tidak benar, hanya gosip, lebih baik kita pakai baju kesederhanaan, bukannya Golkar bermewah-mewahan dan nanti dianggap berjois,” sebutnya.

Sedangkan mantan Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari yang menjadi tim sukses pemenangan Priyo Budi Santoso mengajukan pengunduran diri sebagai Ketua Komite Etik di Munaslub Bali. Dalam deklarasi ini, selain Hajriyanto, ada kader Golkar lain yang menjadi timses pemenangan Priyo yaitu Irsyad Sudiro, Matilda Ingkriwang, Indra Adnan Muklis, Tonny Apriliani, Vasco.

Sekedar diketahui, Munas Golkar akan diselenggarakan pada 17 Mei 2016 di Bali dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum. Sejumlah nama yang sudah menyatakan siap maju antara lain, Ade Komaruddin, Airlangga Hartarto, Aziz Syamsuddin, Idrus Marham, Indra Bambang Utoyo, Mahyudin, Priyo Budi Santoso, Setya Novanto, Syahrul Yasin Limpo, dan Zaki Iskandar serta kader Golkar lainnya. (kn-j08)

Related posts