Mantan Kepala BNN Jual Kopi Ganja, Ini Jawaban Buwas

KarakterNews.com – JAKARTA – Mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso, sekarang ini menjual Kopi Ganja, campuran Kopi Gayo dan Jawa (Ganja).

Budi Waseso akrab disapa Buwas, yang menjabat sebagai Direktur Utama Perum Bulog ini meluncurkan merek kopi miliknya yang dinamakan Kopi Jendral, yang di dalamnya terdapat sejumlah jenis kopi yang di jual untuk konsumsi.

Dihadapan awak media dan pengunjung, Buwas bercerita bagaimana dirinya terjun ke bisnis kopi. “Ide membuat Kopi Jendral ini, awalnya muncul pada akhir masa jabatannya sebagai Kepala BNN, sewaktu mengunjungi dataran tinggi Gayo, Aceh, pada Februari 2018 dan menemukan banyak lahan yang ditanami tanaman ganja.

Baca Juga:  Kata Buwas : "Ada Pengkhianatan Dari Dalam Bangsa Indonesia Itu Sendiri"

“Daripada mendatangkan maksiat, jadi saya meminta petani untuk menanami lahannya dengan kopi, tapi para petani yang tidak memiliki pembeli atau pasar untuk memperjualbelikan hasil kopinya agak ragu. Jadi saya janji untuk beli produksi kopi petani,” ungkap Budi Waseso, saat peluncuran produk kopi di Jakarta Selatan, pada Selasa (8/5/2018).

Ketika itu, saya membuat suatu program di mana kita giatkan kerja sama dengan Menteri Pertanian, Kepala Bappenas, Menteri Koperasi, sehingga saat itu kita lakukan program ini di Aceh jadi pilot project, untuk hilangkan ganja. Lalu berhasil,” ungkap Buwas.

Setelah tidak menjabat sebagai Kepala BNN, Budi Waseso berjanji untuk meneruskan programnya dalam membeli kopi petani. Pada saat itu, para petani mempertanyakan program kopi ini setelah dirinya tak lagi menjabat sebagai Kepala BNN. Dari sana, Buwas pun melanjutkannya dan membuat brand Kopi Jendral untuk tetap menyerap kopi para petani.

Baca Juga:  Komitmen Penegakan Hukum Ada Pada Polri, Bukan Kabareskrim

Untuk yang pertama ini, kita kenalkan dua kopi nusantara, yaitu Robusta Temanggung dan kopi Arabika Gayo. Nanti kita ada banyak jenis kopi nusantara baik yang telah menjadi kesenangan masyarakat Indonesia. Seperti Flores Bajawa, Papua Wamena, dan Sumatera Mandailing, dan yang masih asing, seperti Sunda Gulali. Terus ada juga kopi ganja, tapi itu bukan ganja, itu mix antara kopi Gayo dan Jawa, ditulis kopi ganja. Ini nantinya akan berkembang luas,” kata Buwas. (dt.c/kn-m08)

Related posts