‘Licinkan’ Tender, Bupati Batubara Dijanjikan Uang Rp 4,4 Miliar, Ini Kronologis OTT

KPK menetapkan lima tersangka, terjaring OTT di Kabupaten Batubara. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain dan enam orang lainnya, di Kabupaten Batubara, Provinsi Sumatera Utara. Hasil OTT, diketahui OK Arya menerima uang untuk memuluskan tender proyek infrastruktur di Kabupaten yang dipimpinnya.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menuturkan, tindakan penyuapan terhadap OK Arya, yang dijanjikan uang senilai Rp 4,4 miliar. Uang itu adalah total suap untuk dua proyek yang dimuluskan urusannya. Namun, uang yang sampai ke OK Arya belum seluruhnya. “Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang sebesar Rp 346 juta dari fee total Rp 4,4 miliar,” paparnya di Gedung KPK, Kamis (14/9/2017).

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengemukakan, Bupati Batubara OK Arya baru menerima uang senilai Rp 96 juta dari total suap yang disepakati. Penyidik KPK menemukan uang itu di Kantor Bupati Batubara. Ketika OTT berlangsung, uang suap itu selanjutnya sedang diantar seseorang bernama Khairul Anwar yang diambil dari pengusaha bernama Sujendi Tarsono. Kemudian, Tim Satgas KPK mengikuti dan mengamankan uang di dalam mobil KHA (Khairul Anwar) sebanyak Rp 250 juta.

Baca Juga:  Diduga Terima Suap, Bupati Batubara, Kadis PUPR dan 3 Orang Tersangka

Setelah menangkap dan memboyong tujuh orang ke Jakarta, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka, masing-masing OK Arya, Sujendi, Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara Helman, Maringan Situmorang selaku pemberi suap, dan Syaiful selaku pemberi suap. Sedangkan Khairul dan Muhammad Nur dibebaskan.

Kronologi OTT Satgas KPK
Lembaga Antirasuah menangkap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain atas dugaan terima suap pada Rabu (13/9/2017), bersama 7 orang lainnya, yakni Khairul Anwar (swasta), Sujendi Tarsono (pengusaha diler mobil), Helman Herdadi (Kepala Dinas PUPR Pemkab Batubara), Syaiful Azhar (kontraktor), Agus Salim (staf Bupati), Muhammad Nur (sopir Bupati), dan Maringan Situmorang (kontraktor).

“Kami umumkan OTT dugaan suap terhadap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain, semoga ini penangkapan terakhir terhadap seorang Bupati terkait pekerjaan infrastruktur,” kata Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, kepada wartawan saat konfrensi pers di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (14/9/2017).

Pada tanggal 12 September 2017, OK Arya meminta Sujendi Tarsono agar menyiapkan uang senilai Rp 250 juta. Uang itu akan diambil oleh Khairul Anwar di dieler mobil milik Sujendi Tarsono.

Baca Juga:  Eks Bupati Batubara Dituntut 8 Tahun Penjara, Denda Rp 300 Juta dan UP Rp 6,2 M

Pada tanggal 13 September, sekitar pukul 13.00 WIB, Khairul Anwar masuk ke dieler milik Sujendi Tarsono. Selanjutnya keluar menenteng kantong kresek hitam, Tim Satgas KPK lalu mengikuti Khairul Anwar. KPK kemudian mengamankan Khairul Anwar dan menyita uang Rp 250 juta dari dalam mobil. Selanjutnya, Khairul kembali digiring ke dalam dieler Sujendi Tarsono, lalu mengamankan Sujendi Tarsono yang masih berada dalam dielernya.

Selanjutnya, dilokasi berbeda, petugas Kepolisian mengamankan Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar di rumahnya di daerah Kota Medan. Saat bersamaan, Tim KPK mengamankan Helman Herdadi di rumahnya di Kota Medan. Tim KPK kemudian mengamankan OK Arya dan sopirnya Muhammad Nur di Kantor Bupati Batubara. Dari Muhammad Nur, KPK mengamankan uang senilai Rp 96 juta.

Tim KPK yang mendapat informasi keterlibatan Agus Salim lantas mengamankan di rumahnya. Dirumah Agus Salim, KPK menemukan buku tabungan yang berisikan data soal transfer uang. Selanjutnya pada pukul 21.40 WIB, Tim KPK memboyong 8 orang yang diamankan terkena OTT ke Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan di Gedung KPK.

Baca Juga:  Periksa Tiga Tersangka, Penyidik KPK Telusuri Aliran Dana ke Bupati Batubara OK Arya

Untuk diketahui, OK Arya Zulkarnaen lahir di Solo pada 24 Maret 1956, dan merupakan seorang Bupati satu-satunya yang masuk dalam sejarah terpenting di Indonesia. Karena menjadi Bupati pertama, dua kali berturut-turut menang lewat jalur independen. Pada Tahun 2008, OK Arya bersama Wakilnya Gong Matua Siregar berhasil memenangkan pemilihan Bupati yang diikuti delapan calon, dengan meraih suara sebesar 34 persen, dan dilantik sebagai Bupati Batubara untuk periode 2008-2013.

Selanjutnya, pada Tahun 2013, OK Arya berpasangan dengan Harry Nugroho, berhasil memenangkan kembali Pemilihan Bupati Batubara periode 2013-2018 dengan perolehan 65.899 suara atau 36,6 persen dari jumlah pemilih suara sah sebanyak 180.806 jiwa. (kmn.c/kn-m07)

Related posts