September 24, 2018

KPK Tak Perlu Meng-Orkestrasi Nama Fahri dan Fadli

KarakterNews.com – JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu meng-orkestrasi nama Fahri Hamzah dan Fadli Zon, yang terkait dalam sidang kasus suap pajak di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), disebut-sebut dalam penggelapan pajak.

Kepada wartawan saat ditemui di Gedung DPR RI, Rabu (22/3/2017), dikatakan Fahri Hamzah (foto), sebetulnya KPK tahu jelas apa konteks dari dokumen dan perbincangan WhatsApp itu, karena pajak itu rahasia perorangan dalam membayar pajak.

Menanggapi pemberitaan, dikemukakan Fahri Hamzah, bahwa KPK tidak perlu bicara akan mendalami penyebutan nama itu. Sebab, kalau ada sesuatu terkait dua nama itu maka lembaga anti korupsi itu seharusnya mendalami sejak pertama kali menemukannya di tahun 2016 lalu. “Upaya KPK menggoreng media ini sistematis, bahasa awal akan mendalami, hari berikutnya keluar lagi satu komentar akan menseriusi,” tuturnya.

Baca Juga:  Aksi 4 Nopember Bukan Kudeta Presiden, Tapi Gerakan Massa

“Pajak itu rahasia bagi pembayar pajak, dimana di rezim baru perpajakan sekarang ini sering dinegosiasikan dulu dalam pembayaran dan kalau ada masalah diselesaikan di peradilan pajak, dan bukannya di Tipikor,” kata Fahri.

Harusnya, ditegaskan Politisi PKS ini, Dirjen Pajak bisa menjelaskan kepada masyarakat. “Kita justru mempertanyakan, kenapa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka kasus pajak ini.?. Apalagi saya dan Fadli Zon, merupakan Pimpinan lembaga tinggi negara. Kalau dibuka seperti ini kan merugikan institusi negara. Jadi, tak boleh KPK kerja seperti itu. KPK seharusnya fokus di kasus yang diduga melibatkan keluarga Presiden,” ungkapnya. (kn-j09)

Related posts