Kota Medan Tertinggi Tingkat Pluralisme Di Indonesia, Pemkab Bekasi Tertarik

Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik, Marah Husin Lubis foto bersama rombongan Pemkab Bekasi yang dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Pemerintah Kabupaten Bekasi, Drs H Ahmad Kosasih.
Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik, Marah Husin Lubis foto bersama rombongan Pemkab Bekasi yang dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Pemerintah Kabupaten Bekasi, Drs H Ahmad Kosasih.

Karakternews.com – Kepala Badan Kesbangpol Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, Drs H Ahmad Kosasih mengemukakan, bahwa berdasarkan data dari Kementrian Agama Republik Indonesia, Kota Medan merupakan Kota yang tertinggi tingkat pluralismenya di Indonesia. Karenanya, Pemerintah Kabupaten Bekasi bersimpatik dan ingin belajar tentang kerukunan hidup antar umat beragama di daerah ini.

“Pemkab Bekasi ingin mengetahui dan mencari masukan dari Pemerintah Kota (Pemko) Medan, sehingga keberhasilan dalam menata kerukunan beragama, menjadikan ibukota Provinsi Sumatera Utara ini selalu  aman dan kondusif, dan bisa diterapkan di Kabupaten Bekasi,” kata Drs H Ahmad Kosasih didampingi  Ketua FKUB Bekasi, KH Sulaeman Zachaweru beserta 32 staf dan pengurus FKUB Bekasi.

Rombongan Pemkab Bekasi yang dipimpin Kepala Badan Kesbangpol Drs H Ahmad Kosasih disambut Walikota Medan, Drs H T Dzulmi Eldin diwakili Staf Ahli Walikota Bidang Hukum dan Politik, Marah Husin Lubis SH, di Balai Kota Medan, Senin (28/3/2016).

Kepada Marah Husin, disebutkan Ahmad Kosasih, kedatangan rombongan Pemkab Bekasi ini karena tertarik melihat kerukunan hidup beragama di Kota Medan. Sebab, belum pernah terjadi konflik berbau agama. “Inilah yang menginspirasi, Pemkab Bekasi melakukan studi banding ke Pemko Medan,” ujarnya.

“Kita ingin belajar menata kerukunan hidup beragama dari Pemko Medan, dan selanjutnya diterapkan di Kabupaten Bekasi. Sebab, Bekasi memiliki tingkat pluralisme yang tinggi,” sebut Ahmad, seraya menjelaskan, selain agama berbeda, penduduk di Bekasi berlatar belakang beragam suku bangsa karena merupakan kawasan industri dan perdagangan besar, karena itu diperlukan kiat-kiat khusus agar pluralism di Bekasi tetap terjaga dengan baik seperti di Kota Medan.

Mendengar hal itu, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Walikota Medan, Marah Husin Lubis didampingi Kepala Badan Kesbangpol Kota Medan, Cheko Wakhda Ritonga, Ketua FKUB Kota Medan, Drs Palit Muda Harahap dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemko Medan mengemukakan, FKUB Kota Medan selama ini menyelesaikan pertikaian menyangkut keagamaan di Kota Medan dengan baik. “Hal ini ditandai dengan penghargaan yang diterima Pemko Medan dari Academic Affair Mahachulalcengkorn Rajavidyalaya University Bangkok, Thailand tahun 2012,” ungkapnya.

Selama ini, kata Marah Husin, Pemko Medan bersama FKUB melakukan pertemuan rutin untuk membahas soal kerukunan umat beragama. Selain itu, jika ada pertikaian menyangkut masalah keagamaan, Pemko Medan selalu melibatkan FKUB dalam penyelesaiannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Medan Drs Palit Muda Harahap menuturkan, Kota Medan bukan tidak ada masalah terkait keagamaan, tapi begitu masalah mencuat, maka FKUB dan Pemko Medan selalu bertindak cepat menyelesaikannya, dan selain itu masing-masing pengurus FKUB berasal dari agama berbeda, selalu memberi pencerahan dan mengajak umatnya menjunjung tinggi kerukunan hidup beragama.

Sekarang ini, FKUB Kota Medan tidak lagi melakukan studi banding, tapi justru sering diundang untuk memberikan kiat dan strategi dalam memelihara kerukunan umat beragama, termasuk ke luar negeri seperti Malaysia dan Thailand,” ungkap Palit Muda Harahap. (kn-m09)

Related posts