December 15, 2017

Korupsi Buku Perpustakaan, Kepala BPAD Sumut dan 6 Terdakwa Terancam 20 Tahun Penjara

Terdakwa Hasangapan Tambunan dan enam terdakwa lainnya duduk dikursi pesakitan saat diadili di Pengadilan Tipikor Medan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Terdakwa Hasangapan Tambunan selaku Kepala Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi (BPAD) Provinsi Sumatera Utara dan selaku Pengguna Anggaran bersama enam terdakwa lainnya, masing-masing Syahril, Gunar Seniman Nainggolan, Rachmadsyah, William Josua Butar-butar, Heri Nopianto dan Muhammad Chumaidi, Senin (4/12/2017), diadili Pengadilan Tipikor Medan, didakwa korupsi pengadaan buku senilai Rp 1,1 miliar. Ketujuh terdakwa terancam 20 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adlina dari Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) dalam nota dakwaan menuduh ketujuh terdakwa didakwa melakukan korupsi pengadaan buku perpustakaan rumah ibadah, buku perpustakaan pondok pesantren, dan pengadaan buku perpustakaan keliling yang dananya berasal dari APBD Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp 3,6 miliar lebih.

“Bahwa untuk melaksanakan kegiatan tersebut terdakwa Hasangapan selaku Pengguna Anggaran tidak menunjuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sehingga terdakwa Hasangapan bertindak selaku PPK. Kemudian terdakwa Hasangapan bersama keenam terdakwa lainnya melakukan persekongkolan dengan penyedia barang/jasa lain untuk mengatur harga penawaran diluar prosedur pelaksanaan pengadaan barang/jasa sehingga merugikan orang lain,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Adlina dihadapan Majelis Hakim diketuai, Ferry Sormin.

Akibat perbuatannya para terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) subsidair pasal 3 jo pasal 18 dari UU Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Berdasarkan hasil audit penghitungan kerugian keuangan negara yang dikeluarkan BPKP Perwakilan Sumatera Utara sebesar Rp 1,1 miliar lebih.

Dari pengamatan diruang sidang, terlihat selama persidangan para terdakwa mendengarkan dengan tekun dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum. Bahkan, sewaktu awak media mengambil foto, para terdakwa terlihat malu-malu sembari menundukkan kepalanya.

Setelah pembacaan surat dakwaan, Majelis Hakim menutup persidangan dan melanjutkan persidangan pada pekan depan dengan agenda eksepsi. (kn-m07)

Related posts