Klub Tukaran Istri Digerebek, Anggota Dijaring Dari Grup Tertutup ‘Sparkling’, THD Tersangka

Pasangan suami-istri (pakai sebo) digerebek saat berpesta seks bebas dan tukar pasangan dipaparkan di Markas Polda Jatim, Surabaya, Senin (16/4/2018). (ist)

KarakterNews.com – SURABAYA – Seorang suami, berinisial THD (usia 53 tahun) ditetapkan menjadi tersangka, karena menginisiasi pembentukan klub atau komunitas pasangan suami-istri (pasutri) dengan kegiatan saling tukar pasangan dalam berhubungan seksual (swinger). Fantasi liar dan memancing gairah pada istri menjadi salah satu alasan dibentuknya komunitas tersebut.

THD bersama istrinya, RL (usia 49 tahun), dan dua pasutri rekannya digerebek pihak Kepolisian, saat pesta seks bebas dan saling tukar pasangan di salah satu hotel di Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu 14 April 2018 lalu. Dalam penggerebekan itu, Polisi menyita sejumlah barang bukti, diantaranya pakaian dalam dan kondom.

Tersangka THD terdiam, saat ditanya wartawan tentang alasan membuat komunitas swinger, ketika paparan kasus oleh Polisi di Markas Polda Jawa Timur, Surabaya, Senin (16/4/2018), dengan mengenakan sebo (penutup kepala) dan berkacamata hitam, pria yang tinggal di Sukolilo, Surabaya itu hanya bisa menundukkan kepalanya.

Namun kepada penyidik, tersangka THD mengaku bahwa komunitas seks menyimpang itu dibuat sejak Tahun 2013. Anggota dijaring melalui grup tertutup bernama Sparkling. Mereka yang menjadi anggota adalah pasutri yang memiliki orientasi sama dalam hal fantasi liar hubungan seksual. Karena itu, tidak ada paksaan dalam aktivitas mereka. Ada juga suami anggota grup itu bergabung, karena ingin memompa gairah bercinta. Si suami terangsang hebat, bila melihat istrinya berhubungan badan dengan pria atau suami orang lain.

Ketika terangsang itulah, si suami baru menyentuh istri sahnya. “Tidak ada transaksi apapun, ini lebih pada fantasi saja,” kata Kepala Sub Direktorat Renakta Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Yudhistira Midyahwan.

“Anggota grup lendir itu berasal dari sejumlah daerah di Jatim. Hasil penyidikan sementara, anggota grup berjumlah 28 orang. Mereka ini berasal, dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Tuban, Jember, Nganjuk dan Kertosono. “Syarat jadi anggota harus punya surat nikah. Jadi, ini anggotanya suami-istri sah,” ungkap AKBP Yudhistira. (vv.c/kn-m10)

Related posts