Ketum Hanura : Bahaya Jika KPU Tidak Netral

Oesman Sapta Odang saat memberikan keterangan pers, beberapa waktu lalu. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Oedang mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), agar netral bersikap dan jangan macam-macam mengganggu partainya.

“Bahaya jika KPU tidak netral,” tegas Oesman Sapta, di depan Rapat Terbatas DPP dan DPD Partai Hanura, Rabu (4/7/2018) di rumah pribadinya, di Jakarta.

Oesman Sapta mengingatkan semua yang hadir harus siap akan ada gangguan dari pihak lain karena partai ini dari Pilkada kemarin peringkat dua. “Akan banyak pihak lain akan mengganggu kita, entah itu yang kalah ataupun lawan yang menang. Kita harus bersikap tegas yaitu lawan!,” pungkasnya.

Banyak partai lain cemburu dengan mau kecilkan partai ini, makanya semua kader harus solid.”Banyak yang menilai Hanura ini tidak ada apa-apanya. Tapi semua ditepis dengan hasil Pilkada kita peringkat dua. Ini luar biasa,” ungkap OSO, panggilan akrab Oesman Sapta Odang.

Baca Juga:  Soal Legalitas Hanura, Ini Penjelasan Ketua DPP Bidang Hukum

Di sisi lain, Ketua Umum Hanura ini ingin ketegasan para pengurus DPD I tentang komitmen kepada partai. Satu per satu DPD pun berikrar sambil berdiri dan intinya seluruh 34 DPD menyatakan sampai mati memenangkan Partai Hanura dengan Ketum OSO dan Sekjen Heri L Siregar.

Ketegasan kader itu harus ada dengan komitmen memajukan partai. “Kalian semua kader Hanura resmi jadi harus berani dan tegas majukan partai ini,” tegas OSO, yang juga meminta kepada DPD yang memenangkan Gubernur pada Pilkada Serentak 2018 untuk berdiri di depan peserta.

Para Ketua DPD pun berdiri dan berbaris, ada 11 orang berfoto sama OSO dan dia berucap, “Mereka ini luar biasa dan pahlawan partai yang punya kekuatan untuk memenangkan Gubernur di daerahnya,” ucap OSO.

Baca Juga:  HIPMI Berikan Kontribusi ke Pemerintah, Perbaikan Ekonomi Indonesia

Pada kesempatan itu, calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menemui Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang, melaporkan hasil perolehan suara dari versi hitung cepat yang tidak berubah dengan perbedaan satu juta suara dari pasangan Sudrajat-Syaikhu.

Dalam pertemuan tersebut, Ridwan Kamil akrab disapa Emil, melaporkan hasil rekapitulasi suara versi Komisi Pemilihan Umum. Perolehan suaranya bersama calon wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum berada di posisi pertama, terpaut satu juta suara dari pasangan Sudrajat-Syaikhu.

“Saya manfaatkan di sisa waktu dinas saya di Jakarta untuk silaturahim dengan para ketua umum. Melaporkan posisi tak berubah dengan hasil quick count, posisi berita terakhir sama persis ya, kurang lebih beda satu juta suara dengan pasangan nomor urut 3,” ungkap Emil. (kn-m09)

Related posts