Ketua MPR RI : Peran Da’i Berikan Pemahaman Yang Benar

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Zulkifli Hasan menyatakan, bangsa ini kembali tidak sadar dengan adanya praktek adu domba, dengan modus yang berbeda hingga mengalami perpecahan dan ketertinggalan yang amat jauh dalam perkembangan ilmu dan teknologi.

“Model praktik adu domba yang dilakukan berbagai pihak kepada anak bangsa saat ini adalah melalui pemahaman ideologi yang salah. Contohnya, orang yang taat beribadah di katakan radikal dan anti kebangsaan. Orang yang berdemo membela orang lain yang dizholimi dicap anti Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Zulkifli Hasan, pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR RI pada Musyawarah Nasional IV Forum Komunikasi Da’i Muda Indonesia, Rabu (20/12/2017) di Jakarta.

Baca Juga:  Ketua MPR RI : Pancasila Jangan Dijadikan Stigma Membeda-bedakan

Dikatakan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini, berbagai aspek yang sangat sensitif digunakan untuk mengadu satu komunitas dengan komunitas yang lain, satu ormas dengan ormas yang lain. “Padahal, sikap taat beribadah adalah merupakan jalan menjadi orang baik dan menuju bangsa beradab, Pancasilais seperti yang tertuang dalam sila pertama, Berketuhanan Yang Maha Esa,” ungkapnya.

Sedangkan orang yang membela orang lain yang dizholimi adalah perwujudan dari sila kelima Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Maka, pemelintiran-pemelintiran makna dari sila-sila Pancasila oleh pihak-pihak tertentu itu harus dihentikan. “Justru mereka itu lah yang anti Pancasila, anti Kebangsaan dan anti NKRI. Ini harus diwaspadai terus menerus dan semua kita harus bisa mematahkan konspirasi-konspirasi jahat mereka itu,” tegas Zulkifli Hasan.

Baca Juga:  Ketua MPR RI : Selebritis Instagram Diminta Kawal NKRI

“Para Da’i Muda Indonesia harus paham situasi dan kondisi ini. Da’i Muda Indonesia juga harus paham dan bisa menjabarkan sila-sila Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Itu wajib, karena peran Da’i adalah memberikan pemahaman yang benar kepada publik dan menentramkan umat secara khusus dan rakyat Indonesia secara umum,” pinta Zulkifli Hasan.

Selain itu, kata Zulkifli, tugas para da’i tidak hanya di bidang keagamaan, tapi juga dibidang ilmu pengetahuan. “Mengapa Singapura yang kecil dan Jepang yang tidak begitu besar, bisa maju. Sementara mengapa Indonesia yang sangat besar, luas dan kaya tidak maju-maju dan bahkan rakyatnya miskin di tengah kekayaannya yang besar itu,”? ujarnya bertanya, seraya menambahkan, kita masih belum sepenuhnya menguasai ilmu dan teknologi. IImunya kurang, tidak cukup dan mudah diadu domba.

Baca Juga:  Dari Diskusi UU MD3, Ketua MPR dan DPR RI Didesak Letakkan Jabatan

“Mari kita sadarkan umat dan bangsa ini, bahwa kita selalu diperdaya, dinina bobokkan dan ditipu terang-terangan melalui politik oleh negara-negara yang ingin mengeruk harta kekayaan negara ini. Tidak zamannya lagi kita diperdaya dan diadu domba. Kini saatnya untuk bangkit dari “tidur panjang”. Bebaskan bangsa ini dari narkoba yang merupakan bagian dari genosida,” pungkas Zulkifli Hasan. (kn-j09)

Related posts