Ketua KPU Meninggal Diracun, Tudingan Itu Tak Beradab

Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Hamka.
Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Hamka.

KarakterNews.com – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Rahmat Hamka meminta seluruh pihak agar dapat menjaga perasaan pihak keluarga dari Almarhum Husni Kamil Manik yang ditinggalkan, dan keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) se Indonesia.

“Jika ingin sedikit lebih jernih berpikir, kalau memang ada kejanggalan-kajanggalan yang terjadi atas kepergian Husni Kamil Manik, maka sanak keluarganya juga dari para koleganya di KPU akan bisa merasakan hal tersebut. Saya meyakini, mereka tidak akan tinggal diam, karena berinteraksi langsung dengan almarhum Husni”, kata Rahmat Hamka, Minggu (10/7/2016).

Anehnya, kata Rahmat Hamka, yang ribut dan banyak beri komentar kurang nyaman justru dari pihak yang tidak sepatutnya dan sepantasnya. “Adanya pemberitaan yang menyebut wafatnya Husni Kamil Manik akibat praktek konspirasi jahat dinilai sesuatu yang sangat tidak beradab,” pungkasnya.

Baca Juga:  SDM Dimiliki Lemah, Pemilu 2019 Ini KPU Sudah Miliki 549 Tenaga Ahli

“Janganlah hal tersebut menjadi alibi seolah-olah ada kejanggalan, apalagi dikait-kaitkan dengan kondisi jasad Almarhum yang tidak berdasar dan sangat menyesatkan, hanya dari asumsi saja,” ungkap Rahmat.

Komentar-komentar miring, diminta agar segera dihentikan, apalagi dengan cara-cara yang kurang beradab. Bahkan, pihak keluarga dan koleganya sudah menyampaikan secara terbuka tidak perlu dilakukan otopsi terhadap jasad almarhum.

Terkait pihak RSPP yang tidak menyampaikan penyebab meninggalnya Husni Kamil Manik kepada pihak lain secara terbuka, kata Rahmat Hamka, harus dipahami bahwa pihak rumah sakit hanya punya kewajiban menyampaikan kepada pihak keluarga. Saya yakin, pihak keluarga sudah diberitahu secara langsung tentang hal itu,” sebut Rahmat. (rpol/kn-m09).

Related posts