September 22, 2018

Ketua DPR : Jihad Perangi Narkoba Dilakukan Dari Hulu Sampai Hilir

Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo meminta seluruh pihak tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba. Hingga kini, penyelundupan dan peredaran narkoba masih tinggi, meski aparat sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dan penegakan hukum.

“Saya berkali-kali menyerukan jihad melawan narkoba. Maka gerakan itu butuh dukungan semua pihak. Bukan hanya aparat hukum, melainkan yang utama adalah masyarakat,” tegas Bambang Soesatyo, saat menyaksikan pemusnahan narkoba bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jumat (4/5/2018) di Monas Jakarta.

Sekedar diketahui, barang bukti 2,6 ton diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) beserta Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, TNI AL serta Imigrasi dari enam tersangka perdagangan Narkoba. Aparat keamanan bekerjasama dengan pihak internasional seperti Australian Federal Police (AFP) dalam upaya mencegah penyelundupan narkoba ke Indonesia.

Baca Juga:  Dari Diskusi UU MD3, Ketua MPR dan DPR RI Didesak Letakkan Jabatan

“Saya apresiasi kerja keras BNN, TNI AL, Bareskrim Polri, Imigrasi, maupun penegak hukum lainnya yang saling bahu-membahu menggagalkan penyelundupan narkoba tersebut. Dari proses pengintaian, pengejaran tak kenal lelah, dan akhirnya terkumpul 2,6 ton narkoba ini,” ungkap Bamsoet.

“Jihad memerangi Narkoba sudah dilakukan dari hulu sampai hilir. Aparat di wilayah perbatasan maupun intelijen kita semakin kuat. Memang belum sempurna, tapi kita akan terus tingkatkan. Salah satunya melalui revisi UU Narkotika yang sedang dibahas DPR RI. Keberhasilan menggagalkan penyelundupan narkoba itu sebagai bukti nyata keberhasilan pemerintahan Jokowi – JK dalam menjaga masa depan bangsa.

Revisi UU Narkotika itu diperlukan untuk memberikan kepastian hukum lebih lanjut. Beberapa diantaranya menyangkut pelaksanaan eksekusi hukuman mati agar ada efek jera. “DPR RI sudah mendorong pemerintah untuk merevisi UU Narkotika. Karena perlu menyesuaikan perkembangan zaman, dimana peredaran, perdagangan, maupun penyelundupan narkoba semakin canggih. “Saya ingin revisi UU Narkotika ini bisa menjawab berbagai tantangan itu,” tegas Bambang Soesatyo. (kn-m09)

Related posts