Ketua DPD RI : Kita Perlu Pahlawan-Pahlawan Yang Memakmurkan Rakyat

Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang, saat menyampaikan pidato. (ist)

KarakterNews.com – JAKARTA – Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang menegaskan, sekarang ini kita memerlukan pahlawan-pahlawan yang memakmurkan rakyat.

Kepada Tokoh-Tokoh Gereja dan seluruh umat Kristen di tanah air beserta seluruh rakyat Indonesia secara bersama-sama membumikan Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari,” kata Oesman Sapta Odang, dalam acara Natal Agung Oikumene Gereja-Gereja bersama umat TNI, Polri dan PNS sebagai Propinsi Riau, Rabu (27/12/2017) malam, dihadiri Gubernur Riau Andi Rahman, Kapolda Riau Irjen Polisi Nandang, di Pekanbaru Riau.

Kata OSO panggilan akrab Oesman Sapta Odang, tugas sejarah kita untuk terus menjadikan Pancasila sebagai living ideology, sebagai ideologi yang bekerja, untuk merespons dan menjawab berbagai tantangan zaman yang terus berubah dan kian kompleks.

Baca Juga:  Kata Asri Anas : Ada Wanita Ditangkap Bersama Oknum Ketua DPD RI

“Di tengah suasana Natal yang penuh suka cita ini, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keragaman bangsa kita. Mari kita perkuat persaudaraan dan perdamaian dengan memegang teguh Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI,” tutur Oesman Sapta Odang, seraya mengucapkan “Selamat Hari Natal dan Tahun Baru untuk kita semua. Damai di Hati, Damai di Bumi, Damailah Indonesia tercinta”.

Di sisi lain, OSO menyatakan, kita patut bersyukur bahwa Indonesia saat ini terus tumbuh menjadi negara yang diperhitungkan. Kalau dilihat dari jumlah penduduk, Indonesia ada di urutan keempat negara terbesar dengan 260 juta jiwa. Di bawah China 1,36 milar, India 1,25 miliar dan Amerika Serikat 321 juta jiwa. Negara Indonesia punya 17.800 pulau, dengan 6.000 pulau yang dihuni sehingga menempatkan Indonesia menjadi negeri kepulauan terbesar di dunia.

Baca Juga:  Oesman Sapta Odang Dilantik Jadi Ketua DPD RI

Selain itu, Indonesia memiliki lebih dari 300 suku bangsa, dengan budaya dan kepercayaan yang berbeda-beda. Sejak zaman dahulu bangsa Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang majemuk, tapi satu dalam persatuan. Hal ini tercermin lewat semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang artinya “Berbeda-beda tetapi tetap satu”. “Kita patut bersyukur, Indonesia memiliki ideologi Pancasila dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang terus terjaga dan terawat hingga detik ini,” ucap Oesman Sapta Odang. (rel/kn-m09)

Related posts