Kesiapan Eksekusi Mati Jilid Tiga 55 Persen, Satu Terpidana Mati Asal Lapas Tj Gusta

Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo.
Jaksa Agung, Muhammad Prasetyo.

KarakterNews.com – Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengakui, persiapan pelaksanaan eksekusi mati jilid tiga masih sekira 55 persen kesiapan, karena jumlah pasti terpidana mati yang akan dieksekusi belum diketahui pastinya berapa orang.

“Iya, udah 55 persen persiapannya, soal berapa jumlah, nanti ditanyakan ke Jampidum,” ungkap Jaksa Agung HM Prasetyo di Kompleks Kejaksaan Agung, Kamis (21/7/2016) di Jakarta.

Menyinggung soal eksekusi mati terhadap gembong narkoba Freddy Budiman, dijawab Prasetyo, pihaknya masih menunggu putusan peninjauan kembali (PK) dari yang bersangkutan.

Awalnya beredar kabar, bahwa Kejaksaan Agung akan melakukan eksekusi mati terhadap 16 orang terpidana mati, satu orang terpidana mati berasal dari Lapas Tanjung Gusta, Medan, yang tersangkut pasal narkoba dalam eksekusi jilid tiga tersebut.

Baca Juga:  Takbir Pelayat 'Allahu Akbar' Antar Jenazah Alm Freddy Dari Mesjid Menuju TPU Kalianak

Bahkan sebelumnya, pihak Kepolisian Daerah Jawa Tengah (Polda Jateng) menuturkan bahwa pihaknya diminta menyiapkan anggota untuk mengeksekusi 15 terpidana mati, tapi kabar itu segera dibantah oleh Kejaksaan Agung.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Noor Rochmad menyebutkan bahwa seluruh terpidana yang akan dieksekusi mati pada gelombang tiga terkait kasus narkoba, dan untuk pidana umum lainnya juga akan dilaksanakan, tapi gelombang tiga ini hanya terpidana narkoba.

Sebelumnya dikabarkan, seorang terpidana mati asal Kota Medan atas nama Okonkow Nonsokiingleys, Warga Negara Nigeria yang terlibat kasus narkoba, telah masuk dalam daftar eksekusi mati jilid tiga yang direncanakan dilaksanakan oleh Kejaksaan Agung pada tahun ini.

Baca Juga:  Regu Tembak Jilid 3, Siap Eksekusi Terpidana Mati

“Terpidana mati Okonkow Nonsokiingleys, status hukumnya sudah inkrah,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut), Bobbi Sandri, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (19/7/2016).

Sekedar diketahui, terpidana mati Okonkow Nonsokiingleys adalah pelaku narkoba yang mengimpor heroin seberat 1,1 kilogram melalui Bandara Polonia Medan, yang ditangkap pada 19 Mei 2004 lalu.

Persiapan eksekusi mati diketahui setelah Warga Negara Nigeria yang berusia 33 tahun ini dikirim ke Lapas Nusa Kambangan dari Lapas Tanjung Gusta, Medan beberapa waktu lalu. Kejati Sumut dan Kejari Medan masih menunggu teknis pelaksanaan dari Kejaksaan Agung sebagai Tim Eksekutor dan pihak Kepolisian sebagai juru tembak.

Saat ditanya soal terpidana mati lainnya, Bobbi Sandri memaparkan, untuk Sumatra Utara, yang masuk daftar eksekusi mati baru satu orang dari tujuh terpidana mati. Sementara enam orang lain, masih menunggu upaya hukum peninjauan kembali (PK) dan grasi dari Presiden. (kn-m07)

Related posts