Kearifan Lokal, Tercermin Dari Pengusungan Djarot – Sihar

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Djarot Saiful Hidayat dan Sihar Sitorus, menyapa masyarakat, saat kampanye beberapa waktu lalu di Asahan. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Majunya pasangan Djarot dan Sihar Sitorus atau Djoss di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Utara (Sumut) merupakan perjuangan untuk mempertahankan kearifan lokal di Sumatera Utara. Kearifan lokal itu tercermin dari pengusungan Djarot dan Sihar yang menjadi warna dari keberagaman daerah.

Penjelasan ini disampaikan oleh Politisi Senior, Ruben Tarigan pada acara pertemuan Relawan Karo (Relaka) di Lubukpakam, Kabupaten Deliserdang. “PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan PPP, menentukan pilihan sesuai dengan kearifan lokal,” ujar Wakil Ketua DPRD Sumut ini, pada Selasa (8/5/2018).

“Yang ingin diambil PDI Perjuangan, bukan hanya sebatas kemenangan, tapi melainkan ingin mempertahankan kelokalan daerah. “Penduduk kita ini sangat banyak, ada kalangan bermarga seperti Karo, Mandailing, Pakpak, Toba, Simalungun dan Nias. Ada yang tidak bermarga seperti Jawa, Melayu dan suku-suku lainnya,” ungkap Ruben Tarigan, seraya menegaskan, keduanya ada pada pasangan Djoss (Djarot-Sihar).

Baca Juga:  Hasil Survei, Pasangan Djarot - Sihar Ungguli Eramas

Ruben Tarigan memaparkan, masyarakat Sumut harus melihat itu sebagai bagian dari penghargaan terhadap keberagaman Sumatera Utara. Karena banyak pihak yang hanya mementingkan kemenangan tanpa menghargai kelokalan. “Komunitas lain tidak melihat ini penting, sehingga kerap mengusung orang-orang yang tidak memiliki keterikatan dengan Sumut terkusus secara budaya,” ujarnya.

“Kita berharap, agar nantinya anggota Relaka melihat hal itu sebagai hal terpenting dalam memenangkan pasangan Djoss (Djarot-Sihar). Dengan memenangkan pasangan Djoss, maka masyarakat akan tetap merdeka dengan kearifan lokalnya,” kata Ruben Tarigan, yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut ini. (kn-m07)

Related posts