November 23, 2017

Kata Walikota Bandung : “Masalah Hidupnya Adalah Masalah Saya”

Walikota Bandung, M Ridwan Kamil.

KarakterNews.com – BANDUNG – Walikota Bandung, M Ridwan Kamil menegaskan, apa pun latar belakang agama dan kehidupan sosial masyarakat Bandung, mereka akan memiliki hak yang sama di Kota ini.

“Saya wajib memberikan pelayanan yang setara kepada seluruh warga. Selama KTP-nya di Kota Bandung, masalah hidupnya adalah masalah saya,” tegas M Ridwan Kamil, pada Pemberian Penghargaan terhadap dirinya sebagai tokoh penggerak pluralisme, yang diserahkan oleh Maruarar Sirait, pada acara Natal Pemuda-Pemudi Kristen Bandung Raya, Sabtu (28/1/2017) malam.

Dibeberkannya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memiliki semangat menegakkan Pancasila dan menguatkan toleransi antarsuku, ras dan agama di Kota Bandung. “Hal ini terus digelorakan karena ingin menunjukkan bahwa kota ini ramah terhadap kebhinekaan. Buktinya, selama lima tahun, pemerintahan yang dipimpinnya telah memberikan izin 300 rumah ibadah non-Muslim.

Baca Juga:  Gerindra Incar Sekda DKI & Walikota Bandung Cagub DKI

“Ini jumlah terbanyak di Indonesia. Artinya, 60 bangunan ibadah per tahun kami izinkan,” ungkap Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, seraya mengakui Kota Bandung telah didesain untuk menjadi kota pelesir.

Emil juga menyebutkan, Kota Bandung ini banyak didatangi oleh masyarakat dari mana-mana. Karena itu, Kota Bandung tumbuh menjadi kota yang plural. Selain itu, Negara Indonesia juga pada hakikatnya adalah negara yang lahir dari perbedaan. “Ratusan budaya, suku dan bahasa menjadikan negeri ini sangat beragam, tapi bisa dipersatukan dengan semangat kemerdekaan,” ujarnya.

“Jika ada orang yang ingin menyeragamkan Indonesia ini dengan paksaan, itu sudah melawan narasi sejarah. Nggak boleh ada pemaksaan untuk menyeragamkan urusan hidup kita,” tegas Walikota Bandung ini, seraya meyakini bahwa saat ini warga Bandung adalah masyarakat yang santun dan sangat toleran.

Baca Juga:  Gerindra Incar Sekda DKI & Walikota Bandung Cagub DKI

Sementara itu, Ketua Panitia Natal Pemuda-Pemudi Kristen Bandung Raya, Theo Cosner Tambunan menjelaskan, kegiatan ini diikuti oleh ratusan anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas keagamaan, seperti Huria Kristen Batak Protestan (HKBP),Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Bethel Indonesia (GBI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia GMKI),Gereja Kristen Pasundan (GKPs), dan lainnya.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Paguyuban Pemuda Kristen Bandung Raya untuk menanamkan rasa kebhinekaan kepada anak muda Bandung dan mencegah terjadinya kegiatan yang memicu intoleransi di kota ini,” papar Theo Cosner Tambunan. (rol/kn-m09)

Related posts