December 17, 2017

Kata Wakil Walikota Medan, “Empat Langkah Tanggulangi Banjir”

Plt. Gubsu, H. Erry Nuradi saat memasangkan pangkat Walikota dan Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin - Akhyar Nasution.
Plt. Gubsu, H. Erry Nuradi saat memasangkan pangkat Walikota dan Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin – Akhyar Nasution.

Karakternews.com – Wakil Walikota Medan, Ir Akhyar Nasution M.Si menegaskan, penanggulangan banjir ataupun genangan air yang terjadi di Kota Medan, bila hujan turun, ada empat langkah dan tindakan yang segera dilakukan. Pertama, posisi saluran drainase banyak ditutup oleh masyarakat. Anehnya, tidak ada lubang inlet. Sehingga air sulit masuk ke drainase, akibatnya ruas jalan menjadi tergenang air. Untuk kedepannya, ini harus dibenahi, dimana setiap saluran drainase yang tertutup harus memiliki lubang inlet.

Langkah kedua, genangan air di jalan disebabkan sendimentasi (pendangkalan) saluran drainase. Sehingga perlu dilakukan normalisasi dengan cara yang benar. Selama ini banyak proses normalisasi yang berjalan dengan tak sesuai, seperti penyempitan saluran drainase ketika dinding drainase dilakukan perbaikan,” kata Akhyar Nasution, pada awak media, usai pelantikan serentak 15 Kepala Daerah di Lapangan Merdeka, Medan, Rabu (17/2/2016).

Baca Juga:  Apel di PD Pasar, Kata Wakil Walikota Medan : Jangan Dicampuri Orang Luar

Ketiga, saluran drainase yang ada di Kota Medan tidak terhubung (disconected). Contohnya, seperti saluran drainase yang ada di Jalan Bilal, saluran drainase di daerah itu sebelum dibuang ke sungai harus melewati jalur ke Jalan Krakatau, Sidorukun sampai akhirnya ke sungai yang ada di Jalan Bayangkara. “Hal ini terlalu jauh, perlu dipersingkat waktu penyaluran air pada saluran drainase, rata-rata saluran drainase yang ada di Kota Medan,” ungkap Alumni Teknik Sipil USU ini.

Dan keempat, ungkap Akhyar, melakukan normalisasi sungai yang ada di Kota Medan. Namun sayangnya, normalisasi sungai menjadi tanggungjawab dari Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II (BWSS) atau instansi vertikal. Karena itu, Pemko Medan perlu membangun komunikasi yang intens untuk mencocokkan program kerja Pemerintah Medan yang dibiayai APBD dan program BWSS II yang dibiayai APBN.

Baca Juga:  Kata Akhyar Nasution : "Tidak Masanya Lagi Bermain-Main Kutip Pajak Daerah"

Setelah drainase dan jalan, tegas Politisi PDI Perjuangan ini, program percepatan yang akan dilakukan yakni menata transportasi, sehingga Kota Medan bebas macet. Saat ini, volume perkapasitas kendaraan per jam sudah mengalami peningkatan hingga 200 persen. Contohnya, dalam satu jam kendaraan yang melintas 1.000 unit, tapi kondisinya sudah mencapai 2.000 unit, inilah yang diantisipasi dengan beberapa pendekatan, diantaranya menyiapkan kendaraan massal, Land Rapid Transport (LRT), Mass Rapid Transport (MRT), dan bus rapid transport. (kn-m08)

Related posts