September 22, 2018

Kata Sosiolog UI : Demokrat Harus Mampu Tarik Dukungan Total PKB dan PAN

Pengamat dan Sosiolog UI, Dr Kastorius Sinaga.

KarakterNews.com – MEDAN – Saat ini Tahun Politik mengalami dinamika yang semakin intensif. Puncak dinamika itu akan terekam dan berpengaruh secara intensif dalam konstelasi Pileg dan Pilpres Tahun 2019 mendatang.

“Gagasan munculnya poros ketiga di luar kontestasi Joko Widodo (Jokowi) versus Prabowo, diwacanakan oleh kubu Partai Demokrat, sejauh ini condong kehilangan konteksnya. Realisasi politik poros ketiga agak sulit diwujudkan mengingat prasyarat presidential treshold yang cukup berat,” kata Pengamat dan Sosiolog UI, Dr Kastorius Sinaga, dalam siaran persnya yang diterima, Kamis (5/4/2018).

Dikatakan Kastorius Sinaga, Partai Demokrat harus mampu menarik dukungan total PKB dan PAN, apabila ingin memunculkan poros ketiga. Dan ini cukup sulit mengingat kekuatan elektoral figur yang hendak diusung, yakni Muhaimin Iskandar, AHY atau Zulkifli Hasan yang masih jauh di bawah elektabilitas Jokowi ataupun Prabowo.

Baca Juga:  Peran Masyarakat Dalam Menangkal Isu SARA di Tahun Politik

Sementara itu, fakta menyolok yang terjadi adalah rivalitas atau perlombaan untuk merebut kursi Wakil Presiden. Maka pilihan untuk bergabung dengan Jokowi merupakan opsi paling realistis untuk Demokrat. Khususnya dalam mempersiapkan AHY sebagai pemimpin ke depan di Tahun 2024.

“Kita tahu di Tahun 2024, Jokowi maupun Prabowo tidak akan mungkin maju di pertarungan Pilpres 2024. Tokoh muda seperti AHY atau Cak Imin adalah tokoh-tokoh muda yang berpeluang besar memimpin di Tahun 2024. Namun langkah reposisi politik mereka di Pilpres 2019 ini, tentu sangat menentukan suksesi mereka di masa depan,” ujar Kastorius.

Bergabungnya Partai Demokrat ke Jokowi di Pilpres 2019, tentu, akan memberi dampak positif, baik bagi Partai Demokrat maupun kualitas pemerintahan Jokowi kelak. “Prediksi saya, SBY telah melihat sisi positif ini, khususnya dalam rangka peluang emas bagi AHY ke depan lewat pengembangan sinerji dengan Jokowi untuk visi Indonesia yang lebih baik ke depan,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tahun Politik, Tidak Ada Pemekaran Daerah

Merapatnya Partai Demokrat ke Jokowi bermakna lebih dalam terhadap relasi kekuasaan dari para elit dan tokoh puncak nasional. Sangat dimungkinkan bahwa islah atau rekonsiliasi tokoh puncak antara SBY dengan Megawati akan terwujud. Presiden Jokowi pasti akan menyambut baik langkah tersebut mengingat peran besarnya ke depan dalam memimpin Indoneisa yang memang membutuhkan dukungan luas dan solid.

“Publik sangat mengharapkan momentum islah kedua tokoh besar itu, karena akan memberi iklim politik yang sangat kondusif di tengah fragmentasi nasional di atas basis konflik nasionalisme versus agama yang merebak akhir-akhir ini. Saat ini, rakyat sangat merindukan kerjasama erat di antara para elitnya,” kata Kastorius. (rel/kn-m08)

Related posts