September 22, 2018

Kata Sihar Sitorus, Batas Wilayah Jembatan Melihat Perbedaan Dalam Kebersamaan

Calon Wakil Gubernur Sumut, Sihar Sitorus saat berada di tugu perbatasan Sumatera Utara – Sumatera Barat , di Mandailing Natal , pada pekan lalu. (ist)

KarakterNews.com – MANDAILING NATAL – Menapaki jalan negara yang menghubungkan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), memberikan makna tersendiri bagi calon Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cawagub Sumut), Sihar Sitorus, yang menilai bahwa batas menjadi penghubung dalam perbedaan wilayah.

Hal ini dikatakan Wakil dari calon Gubernur Sumatera Utara (Cagub Sumut), H Djarot Saiful Hidayat, seusai mengunjungi perbatasan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dan Kabupaten Pasaman Barat, belum lama ini.

“Batas yang memisahkan dua kabupaten, dan berada di dua provinsi ini merupakan batas yang dapat dilalui dengan berjalan kaki. Bahkan, warga di perbatasan juga dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa ada gangguan. “Ada anak-anak yang bermain di Sumbar, lalu anak-anak itu adalah warga Sumut. Mereka bangga menunjukkan ikan pancingan yang diambil dari salah satu sungai di Pasaman Barat,” ungkap Sihar Sitorus.

Baca Juga:  Cawagubsu Sihar Sitorus Dorong Kaum Muda Sebagai Sosok Pencipta
Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara, Sihar Sitorus menyapa anak-anak di perbatasan Sumut – Sumbar yang baru selesai memancing, di Desa Ranjo Batu, Kecamatan Muara Siponggi, Madina, Selasa (29/5/2018). (ist)

Dikatakan Sihar Sitorus, anak-anak ini adalah anak-anak Nusantara, yang dapat melangkah melewati batas, serta berbaur dengan anak-anak di Provinsi lain.

Menurutnya, mereka itu adalah gambaran dari kebersamaan yang tidak pernah mempersoalkan batas wilayah, suku dan peradaban lainnya dalam membangun ikatan sosial.

“Mereka menunjukkan ikan-ikan tangkapan. Mereka tetap mengaku anak anak Madina. Namun mereka juga menunjukkan ikan dari sungai yang mereka pancing. Mereka bermain, menyapa dan itu sangat membanggakan,” kata Sihar Sitorus.

Dari jejak di perbatasan itu, Sihar Sitorus mengatakan, warga dapat belajar untuk dapat menerima berbagai perbedaan dalam satu Nusantara. Menurut Cawagub Sumut yang diusung PDI Perjuangan dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), batas itu adalah jembatan untuk melihat perbedaan dalam kebersamaan. “Sama-sama Indonesia, sama-sama memiliki kekerabatan dan menjadi saudara satu dengan yang lain,” sebutnya.(kn-m07).

Related posts