September 22, 2018

Kata Senator Dedi Iskandar : Data Pekerja Asal China di PLTU Paluh Kurau, Tidak Valid

Senator asal Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara.
Senator asal Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara.

KarakterNews.com – Senator asal Sumatera Utara, Dedi Iskandar Batubara menyatakan kekesalannya, karena terjadi perbedaan data jumlah pekerja asal China yang bekerja dalam proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Medan II di Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumatera Utara.

“Tidak ada data yang valid, buktinya data dari Kementerian ada 171 orang pekerja asal China, lalu data dari pihak Imigrasi menyebutkan ada 151 pekerja, lalu dari pihak Lawyer perusahaan mengaku ada 190 pekerja asal China bekerja di PLTU Paluh Kurau. “Ada apa ini, kenapa datanya seperti tertutup sekali, saya sangat kecewa,” tegas Dedi Iskandar selaku Anggota Komite IV DPD RI, kepada wartawan di Kantor Perwakilan DPD RI Sumatera Utara, Jalan Gajah Mada, Medan, Selasa (2/8/2016).

Baca Juga:  Peredaran 4,8 Kg Sabu Asal China Digagalkan

Kekesalan Anggota DPD RI ini disampaikannya, saat ditemui wartawan, prihal hasil kunjungan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan rombongan DPD RI asal Sumut bersama Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad ke PLTU Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak pada Senin (1/8/2016).

Ketika ditanya wartawan, selain persoalan data pekerja China yang bekerja pada proyek pembangunan pembangkit listrik itu, dikemukakan Dedi Iskandar, rombongan DPD RI asal Sumatera Utara dan Wakil Ketua DPD RI juga menyoroti mengenai fasilitas yang sangat jauh berbeda bagi pekerja asal China dengan pekerja asal Indonesia dilokasi proyek.

“Seperti terjadi kesenjangan yang sangat menonjol pada tempat penginapan pekerja. Misalnya, fasilitas barak pekerja China dengan pekerja lokal (Indonesia) sangat jauh berbeda. Pekerja kita tempat tinggalnya tidak manusiawi, padahal kalau mereka bekerja pada proyek yang sama, harusnya disamakan saja. Itu sudah kita minta kepada pihak perusahaan supaya segera dibenahi,” ungkapnya.

Baca Juga:  #2019 DPD-RI Tetap DEDI, 'Saya Berharap Lolos Jadi Peserta Pemilu 2019'

Terkait kondisi tersebut, DPD RI, kata Dedi Iskandar akan memanggil Menteri Tenaga Kerja dalam rapat di Jakarta untuk membahas persoalan tersebut. “Hal ini sangat penting mengingat proyek PLTU di Paluh Kurau sangat strategis dan tidak boleh menjadi alat penguasaan asing di Indonesia,” pungkasnya.

Prihal kesenjangan pekerja asal China dan pekerja lokal (Indonesia), dikemukakan Dedi Iskandar Batubara, seusai melakukan kunjungan mendadak di Paluh Kurau, rombongan DPD RI yang dipimpin Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad, langsung melaporkan kondisi disana kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). (kn-m08)

Related posts