November 23, 2017

Kata Sekjen Golkar, 91 Anggota di DPR Dukung Jokowi-JK

Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham.
Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham.

KarakterNews.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, mendedikasikan 91 kursi anggotanya di DPR RI, sepenuhnya mendukung Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK), tanpa persyaratan atau tawar-menawar politik dalam bentuk apapun.

“Partai Golkar sudah mendedikasikan 91 kursi di DPR untuk memperkuat pemerintah. Tidak ada bargaining, tawar-menawar Menteri, apalagi menyodorkan nama-nama kader yang katanya berjumlah tiga atau empat orang,” kata Sekretaris Jendral (Sekjen) DPP Partai Golkar Idrus Marham, saat dijumpai usai menerima Surat Keputusan pengesahan Kepengurusan Partai Golkar oleh Menkumham, Rabu (20/7/2016) di Jakarta.

Ditegaskan Idrus Marham, partainya tidak pernah membicarakan persoalan perombakan kabinet atau jatah kursi Menteri, karena dukungan yang diberikan Golkar terhadap pemerintah melalui keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar adalah tanpa persyaratan apapun. “Tidak etis, jika bicara soal perombakan kabinet, sebab dukungan kami tanpa syarat,” ungkapnya.

Baca Juga:  Revisi RUU ITE, Pemerintah Usulkan Diproses Pengadilan Sebelum Ditahan

Menyinggung kesiapan kader Golkar, bila diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) membantu pemerintah di kabinet, disebutkan Idrus Marham, sebagai sebuah partai, Golkar memiliki fungsi dan tugas menyiapkan kader-kadernya menjadi pemimpin di tingkat nasional.

Ditanya soal isu penunjukan dirinya oleh partai maju menjadi Menteri di Kabinet Kerja, jika diminta Presiden, kata Idrus Marham sebagai seorang kader Golkar harus siap, kalau partai memutuskan hal tersebut.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, pada Rabu (20/7/2016) mengesahkan kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar di bawah kepemimpinan Ketua Umum Setya Novanto dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham. “Sesuai keputusan Munaslub Golkar di Bali, kepengurusan yang disahkan adalah meneruskan kepengurusan Golkar sebelumnya untuk periode 2014-2019. (int/kn-m08)

Related posts