Kata Rektor UISU, “Kapitalis Rusak Sistem Pendidikan”

Rektor UISU Prof Mhd Asaad saat menerima cenderamata dari Prenada Media Group, usai penandatanganan MoU, disaksikan Ketua Umum Yayasan UISU Prof Dr Zainuddin.
Rektor UISU Prof Mhd Asaad saat menerima cenderamata dari Prenada Media Group, usai penandatanganan MoU, disaksikan Ketua Umum Yayasan UISU Prof Dr Zainuddin.

KarakterNews.com – Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Prof Dr Mhd Asaad, M.Si mengkritik sistem kapitalis, karena merusak dunia pendidikan. Kapitalis menghilangkan karakter manusia untuk bisa hidup di dunia. Kapitalisme berlandaskan akidah sekulerisme yang memisahkan agama dari kehidupan.

Saat ini, apa yang terjadi bermuara pada diterapkannya kapitalisme dengan prinsip kebebasan prilaku, pendapat, beragama dan kepemilikan. Akibatnya, pelajaran agama dan moral diajarkan di sekolah sekedar sebagai ilmu, bukan untuk dipedomani dan dijadikan panduan,” kata Prof Mhd Asaad, saat membuka Seminar Nasional Pendidikan 2016 dengan thema “Membangun Nilai-Nilai Karakter Dalam Pendidikan, Senin (2/5/2016), di Kampus UISU Jalan Sisingamangaraja, Medan, dihadiri Ketua Umum Yayasan UISU Prof Dr Zainuddin, MPd dan mahasiswa serta pembicara Prof Dr H Syaiful, S.Sos, MPd, dan Dr Liesna Andriany, MPd.

Kata Prof Asaad, pendidikan dalam sistem kapitalisme tidak ditujukan membentuk kepribadian. Pendidikan justru dijadikan penopang mesin kapitalisme dengan diarahkan untuk menyediakan tenaga kerja yang memiliki pengetahuan dan keahlian. Akibatnya, kurikulum disusun lebih menekankan pada pengetahuan dan keahlian, tapi kosong dari nilai-nilai agama dan moral. “Akhirnya pendidikan hanya melahirkan manusia robotik, pintar dan terampil tapi tidak religius dan tidak jarang culas,” ungkapnya.

Disisi lain, Rektor UISU memuji sistem pendidikan yang diterapkan Islam, dengan mengutip pendapat Dr Yusuf Qardowi bahwa pendidikan Islam adalah pendidikan manusia seutuhnya, akal dan hatinya, rohani dan jasmaninya, akhlak serta keterampilannya. “Pendidikan agama Islam menyiapkan manusia untuk hidup baik dalam keadaan damai maupun perang, dan menyiapkannya untuk menghadapi masyarakat dengan segala kebaikan dan kejahatannya, manis dan pahitnya,” ucapnya. (kn-m09)

Related posts