Kata Pangkostrad, “Kalah Sebagai Pecundang Atau Berjuang Seperti Juara”

Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi, saat menyampaikan kuliah umum bela negara kepada mahasiswa UMN Alwasliyah Medan.
Pangkostrad Letjend TNI Edy Rahmayadi, saat menyampaikan kuliah umum bela negara kepada mahasiswa UMN Alwasliyah Medan.

Karakternews.com – Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI Edy Rahmayadi membakar semangat mahasiswa Universitas Muslim Nusantara (UMN) Alwasliyah Medan dalam kuliah umum bela negara, diselenggarakan di Kampus tersebut Jalan Garu 1 Medan, Jumat (4/3/2016).

Mahasiswa UMN yang mengikuti kuliah umum‎ tertegun saat mengikuti ceramah disampaikan Edy Rahmayadi. Mereka terkesan dengan paparan disampaikan Jenderal bintang tiga tersebut dengan serius, tegas dan menyentuh. Meskipun sempat terlambat, karena secara mendadak Edy menyempatkan takziah ke rumah duka seorang Tokoh Pemuda Sumut H Enteng yang meninggal dunia, mahasiswa tetap menyambut gempita kehadiran mantan Pangdam I Bukit Barisan tersebut.

Baca Juga:  Ditanya Kursi Gubernur Sumut, Ini Jawaban Pangkostrad

Dalam paparannya, Letjen TNI Edy Rahmayadi menuturkan, bela negara tidak hanya ada di kalangan militer atau bukan sekedar ilmu perang dan ilmu militer. Tapi semua orang harus mampu membangun sikap bela negara. Karena tujuan bela negara adalah kemampuan memberi manfaat bagi kemajuan bangsa, bukan sebaliknya malah merugikan negara. “Dengan berusaha memelihara akhlak mulia dan tahu cara menghormati orangtua, itu saja sudah menjadi bagian dari sikap bela negara,” tegasnya.

Jenderal bintang tiga yang pernah menjadi Panglima Divisi Infanteri I Kostrad ini menyajikan video motivasi yang mampu menggugah emosi terkait bagaimana sikap anak pada orangtua, membangun sikap pantang menyerah. Termasuk bagaimana setiap orang tetap memelihara sikap kepahlawanan dengan lebih mengedepankan kepentingan orang banyak ketimbang kepentingan diri sendiri.

Baca Juga:  Panglima TNI : Agus Kriswanto Gantikan Edy Rahmayadi

Ketahuilah, kata Edy, posisi Indonesia sangat strategis di mata dunia, dan potensi strategis ini akan sia-sia apabila tidak didukung sumber daya manusia (SDM) yang prima. Untuk itu, generasi muda Indonesia terutama mahasiswa harus mampu menjadi garda terdepan keberhasilan bangsa.

“Teruslah maju dan berjuang. Jangan menyerah. Kalau kalah berarti sebagai pecundang. Tetapi jika terus berjuang dan sukses berarti seperti para juara,” pungkas Edy, disambut tepuk tangan para mahasiswa. (kn-m09)

Related posts