November 23, 2017

Kata Erry Nuradi, “Tindak Korupsi Adalah Extra Ordinary Crime”

Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi bersama Pimpinan KPK Saut Situmorang dan Basariah Panjaitan.
Plt Gubsu Tengku Erry Nuradi bersama Pimpinan KPK Saut Situmorang dan Basariah Panjaitan.

Karakternews.com – Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara (Plt Gubsu), H Tengku Erry Nuradi M.Si menegaskan, tindak korupsi adalah kejahatan luar biasa (extra ordinary crime), dan dampaknya bisa meluas hingga ke berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Mari kita tanamkan tekad dan komitmen dalam diri masing-masing untuk tidak melakukan korupsi. Kita mulai dari diri sendiri,” ajak Erry Nuradi, kepada seluruh jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara(Pemprov Sumut) dan Pemerintah Kabupaten/Kota se Sumut, saat membuka Seminar Pencegahan Dini Terhadap Korupsi, berlangsung di Gedung Binagraha Pemprov Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Rabu (30/3/2016), diselenggarakan oleh Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia (PMPHI) Sumut.

Pencegahan tindak korupsi, bukan hanya tugas KPK, Kepolisian maupun Kejaksaan saja, tapi juga merupakan tanggungjawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” kata Plt Gubsu, dihadapan dua Pimpinan KPK, yakni Saut Situmorang dan Irjen Pol Basariah Panjaitan, Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Ahmad Haydar, Asisten Bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sumut Dr Asep Nana Mulyana SH MHum, Wakil Walikota Medan Akhyar, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz, mantan Gubernur Sumut H. Syamsul Arifin, jajaran SKPD Pemprov Sumut dan Kota Medan, akademisi dan pemerhati anti korupsi.

Melalui forum ini, Erry Nuradi yang juga Ketua Partai Nasdem Sumut ini mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama pejabat dan pemegang kebijakan, saatnya membangun karakter bangsa yang jujur, bersih dan bertanggungjawab dalam menjalankan peran masing-masing. “Pemahaman seputar korupsi perlu terus disosialisasikan kepada seluruh pihak, tidak hanya pejabat dan pemangku kebijakan, tapi juga kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Disisi lain disebutkan Plt. Gubsu, tindak korupsi tidak hanya berpotensi terjadi di jajaran pejabat selaku pengambil kebijakan, tapi juga sudah meluas hingga ke tingkatan masyarakat. Salah satu tindak korupsi yang tanpa disadari oleh masyarakat adalah tidak taat pajak. “Dari lebih kurang 15 juta jiwa jumlah penduduk Sumatera Utara, hanya 150 ribu orang yang punya NPWP. Tanpa kita sadari, sebenarnya masyarakat telah melakukan praktik tindak korupsi dengan tidak membayar pajak,” ujar Erry Nuradi. (kn-m08)

Related posts