September 25, 2018

Kata BLH Sumut, “Air Danau Toba Tercemar, Ribuan Ton Ikan Mati”

Ilustrasi Ikan Mati.
Ilustrasi Ikan Mati.

KarakterNews.com – ‎Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumut‎ Hidayati mengemukakan, bahwa Badan Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara (BLH Sumut) menemukan kematian ribuan ton ikan yang terjadi disebabkan tercemarnya air Danau Toba.

“Saat ini, perairan Danau Toba statusnya tercemar sedang. Inilah, satu faktor penyebab terjadinya ribuan ton ikan mengambang beberapa waktu lalu. Karena dibeberapa titik terdapat parameter-parameter ‎dimana Biological Oksigen Demandny sudah diambang batas,” ungkap Hidayati, Senin (30/5/2016) di Kantornya Jalan Tengku Daud, No 5 Medan.

Dikatakan Hidayati, Biological Oksigen Demand sudah berkurang cukup banyak. Oksigen tersebut merupakan oksigen yang digunakan oleh biota perikanan seperti ikan untuk hidup. Inilah, faktor lain yang menyebabkan banyaknya ikan yang mati di perairan Danau Toba. Ikan- ikan yang tewas kehabisan oksigen, sebab oksigen yang ada banyak di konsumsi oleh bakteri yang muncul.

‎”Bakteri-bakteri itu timbul dari sisa makanan dari ikan itu sendiri yang mengendap di dalam perairan. Sehingga bakteri-bakteri yang datang dari sampah, dari limbah domestik, dari makanan ternak yang tersisa memakan oksigen untuk biota laut,” papar Kepala BLH Sumut.

Hal inilah salah satu faktor penyebab lainnya kematian ikan di Danau Toba selain pencemaran yang terjadi. Dari penelitian yang dilakukan BLH, terdeteksi bahwa oksigen larut di daerah tersebut sangat rendah. “Kebutuhan oksigen yang diperlukan ikan sesuai parameternya harus diatas enam,” ujar Hidayati.

Seperti halnya manusia, ikan juga membutuhkan oksigen untuk bernafas. Berkurangnya oksigen tentunya membuat ikan tersebut lemas hingga menyebabkan kematian. Selain itu, prediksi yang kedua penyebab kematian ikan itu disebabkan jumlah ikan yang terdapat di kerambah tidak sesuai dengan jumlah seharusnya. “Ini saya dapatkan dari Dinas Perikanan Provinsi Sumut.

Mereka mengatakan, untuk satu kerambah seharusnya diisi 1500 ikan. Tapi Ternyata, satu kerambah diisi sampai 8000 ekor. Itulah yang menyebabkan ikan berebut oksigen hingga mengakibatkan kematian.

‎Sekedar diketahui, beberapa waktu yang lalu sekitar 2000 ton ikan mengambang di dalam kerambah milik masyarakat di daerah Tongging. Ikan itu diketahui mati karena kekurangan oksigen. (kn-m08)

Related posts