December 15, 2017

Kata Anggota Komisi III DPR : ‘Tadi Diperintahkan 08, Usut, Sidik Tuntas, Pecat’

Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yansen Binti, tersangka kasus pembakaran tujuh Gedung Sekolah Dasar Negeri di Palangkaraya, sewaktu ditanyai wartawan terkait kasusnya. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Rapat Internal Partai Gerindra menyinggung tentang pemecatan Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Yansen Binti dari keanggotaan partai. Pasalnya, kader partai ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembakaran tujuh (7) Gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Palangkaraya.

“Masalah ini ada disinggung dalam rapat internal Partai Gerindra. Tadi diperintahkan 08 (Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto) usut, sidik tuntas, pecat. Kebetulan kami rapat tadi,” ungkap Ketua Bidang Hubungan Antar Kepolisian dan TNI Partai Gerindra, Wenny Warouw, saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jumat (8/9/2017).

Ditegaskan Wenny Warouw, adanya penetapan Yansen Binti sebagai tersangka menjadi alasan penguat untuk menjatuhi sanksi pemecatan. “Pak Prabowo menegaskan partai perlu mempertahankan nama baik. Masalah pemecatan resmi terutama pada sisi administrasi, hal itu bukan lah perkara sulit. Gampang kalau itu,” pungkas Anggota Komisi III DPR RI ini.

Sebelumnya diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Tengah telah menetapkan Yansen Binti dan AG sebagai tersangka kasus pembakaran 7 sekolah, selain itu pihak Kepolisian juga sudah menetapkan tujuh tersangka lainnya. Pasal yang dikenakan yakni Pasal 187 Jo 55 KUHP yang berbunyi, “Barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun”.

Baca Juga:  Tujuh Sekolah Dibakar, Anggota DPRD FGerindra Tersangka dan Ruang Komisi B Digeledah

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Yansen, dkk diboyong ke Bareskrim Mabes Polri, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa tersebut, tersangka dituduh mengkoordinasikan tujuh orang dan anak buahnya untuk membakar sejumlah sekolah.

Kobaran api “melahap” SD Negeri 5 Langkai Palangkaraya, Sabtu (22/7/2017) lalu. (ist)

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Pol Martinus Sitompul menuturkan, dari keterangan sementara, motif tersangka Yansen Binti yakni mencari perhatian Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran. “Saat ini, didasarkan kepada yang bersangkutan, tersangka ini ingin mendapat perhatian dari Gubernur Kalteng, mungkin terkait dengan pengadaan proyek,” ujarnya di Kompleks Mabes Polri, pada Rabu (6/9/2017).

“Yang bersangkutan memberikan perintah untuk membakar 10 SD Negeri dengan tujuan memperoleh perhatian dari Gubernur Kalteng, dengan cara mengumpulkan para eksekutor di Gedung KONI pada 30 Juni 2017, dimana dalam pertemuan itu, tersangka menyampaikan Gubernur Kalimantan Tengah terkesan mengabaikan dan tidak peduli dengan masyarakat. Sehingga agar mendapatkan perhatian, maka harus melakukan pembakaran yang harus dibakar adalah gedung SD Negeri sebanyak 10 tempat,” ungkap Kombes Martinus Sitompul.

Baca Juga:  Waketum Gerindra : Terbukti 'Otaki' Bakar Sekolah, Pasti Dipecat

Selanjutnya, dibeberkan Kombes Martinus, para eksekutor di iming-imingi dengan upah bervariasi dimulai Rp 20 hingga Rp 120 juta, sehingga para eksekutor pembakar gedung sekolah sepakat dengan rencana itu. “Sebelum pelaksanaan pembakaran, awalnya dilakukan acara ritual di rumah khas suku dayak, rumah betang yang bertujuan agar para pelaku pembakaran timbul keberanian dan tidak mengaku bila tertangkap,” ujarnya.

Kata Kombes Martinus, aksi pembakaran gedung sekolah dimulai pada 4 Juli 2017 lalu, dengan membakar SD Negeri 1 Palangka, dan dilanjutkan secara bertahap pada hari-hari berikutnya di SD Negeri 4 Menteng, SD Negeri 4 Langkai, SD Negeri 1 Langkai, SD Negeri 5 Langkai, SD Negeri 8 Palangka, dan SD Negeri 1 Menteng, serta sekolah SMK YPSEI Palangkaraya yang terkena imbas kebakaran.

Baca Juga:  Motifnya Perhatian Gubernur dan Proyek, Anggota DPRD Fraksi Gerindra 'Aktor' Bakar 7 Sekolah

Ke-tujuh gedung sekolah dasar yang dibakar itu, yakni : SDN 1 Palangka (Selasa, 4 Juli 2017, pukul 18.30 WIB), SDN 4 Menteng (Jumat, 21 Juli 2017, pukul 12.30 WIB), SDN 4 Langkai (Jumat, 21 Juli 2017, pukul 13.30 WIB), SDN 1 Langkai (Sabtu, 22 Juli 2017, pukul 02.00 WIB), SDN 5 Langkai (Sabtu, 22 Juli 2017, pukul 03.30 WIB), SDN 8 Palangka (Sabtu, 29 Juli 2017, pukul 18.00 WIB) dan SDN 1 Menteng (Minggu, 30 Juli 2017, pukul 03.25 WIB). (kps.c/tn.c/kn-m07)

Related posts