September 24, 2018

Kata Ade Sandra : Jengkol Punya Manfaat, Banyak Orang Tak Tahu

Ade Sandrawati Purba, SH, MH, lagi menunjukkan makanan jengkol sambal. (ist)

KarakterNews.com – MEDAN – Masyarakat memuji kesuksesan seorang sosok perempuan, bernama Ade Sandrawati Purba SH MH, dalam menjalankan bisnis jasa dan properti. Tidak hanya itu, sensitivitas dan rasa berempati juga diterapkan dalam menjalani profesi sebagai pengacara.

Namun, siapa yang menyangka, di balik paras wajah yang cantik, ternyata kandidat doktor hukum Universitas Islam Bandung (Unisba) ini memiliki keberanian maju sebagai bakal calon Gubernur Sumatera Utara pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018, dan juga memiliki kesukaan makanan khas Sumatera Utara, yakni makan jengkol.

“Mungkin sebagian orang menganggap jengkol adalah makanan yang buruk, dan bernilai kampungan. Mungkin karena menimbulkan bau mulut dan perasaan tak nyaman saat berbicara. Namun, bagi saya, jengkol punya manfaat yang tak diketahui banyak orang. Kalau masalah bau mulut, kan mudah menghilangkannya. Sekarang kan sudah ada pembersih dan pewangi mulut. Jadi di mana lagi masalahnya?” tutur Ade Sandra, saat ditemui di Rumah Jengkol Binjai, Minggu (20/8/2017), seusai membuka turnamen memancing digelar DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Binjai di Kolam Pancing Agung.

Baca Juga:  Ade Sandra : Sumut Punya Potensi Cukup Besar

Kata Ade Sandra panggilan akrab Ade Sandrawati Purba SH MH, berdasarkan literatur yang dibaca, banyak sekali manfaat dari setiap keping jengkol. Kandungan enzim pada jengkol, dipercaya mampu membantu mencegah anemia, membantu menguatkan tulang, membantu mencegah diabetes dan banyak manfaat lainnya. “Semua manfaat itu bisa didapat, jika suka mengkonsumsi dan tidak berlebihan,” ujarnya.

“Tentu ada manfaatnya jika tidak berlebihan. Tuhan saja melarang kita untuk berlebih-lebihan dalam suatu apapun karena juga ada efek buruknya. Makan jengkol seperlunya saja. Kalau saya sih, sudah terbiasa makan jengkol,” ungkap Ade, seraya menuturkan, dirinya mengenal jengkol saat masih kecil.

Ade Sandra dan keluarga pernah tinggal dan berdomisili di Solok, Sumatera Barat. Kebiasaan orang Minang mengkonsumsi jengkol adalah hal yang biasa di sana. Bahkan, saat dirinya menjadi buruh pabrik karet di daerah Patumbak, dirinya juga akrab dengan jengkol. “Hanya masyarakat yang merasa modernlah yang menganggap jengkol itu makanan kampungan,” sebutnya.

Disisi lain, saat berbicara tentang pencalonannya dalam kontestasi Pilgubsu 2018, Ade Sandra menjelaskan, dirinya terus melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai Partai Politik (Parpol). Menurutnya itu akan menjadi bahan referensi untuk kemajuan Sumut ke depan.

Baca Juga:  Ade Sandra Daftar ke Nasdem, Kata Ketua Bapilu : Partainya Dukung Calon Wanita

“Kita komunikasi dengan lintas parpol, ormas (organisasi kemasyarakatan), aktivis dan mahasiswa. Saya juga berdiskusi dengan masyarakat yang selama ini keberadaan mereka terpinggirkan. Ternyata dari komunikasi itu saya punya banyak informasi penting tentang Sumut. Dan itu perlu penanganan serius dari Pemerintah,” ujarnya.

Ade mengaku pencalonan dirinya adalah sebuah tantangan. Dia mengaku, tantangan itu datang dari masyarakat yang telah mendorongnya untuk maju dan memimpin. Makanya Ade bertekad untuk melakukan sesuatu perubahan pada tatanan pemerintahan di masa yang akan datang. “Kalau Sumut ingin berubah, maka mental pemimpinnya juga harus berubah,” ujarnya.

“Kita tahu, Pemerintah adalah yang merancang dan yang melakukan pembangunan bagi rakyatnya. Tapi, oknum-oknum Pemerintah yang kotor telah merugikan daerah ini sehingga tertinggal berpuluh tahun dari daerah lain. Nah, jika rakyat Sumut ingin pemerintahan yang bersih dan transparan, maka ayo berubah bersama gerakan Sumut Bersih,” kata Ade Sandra.

Wanita yang juga founder bagi beberapa Panti Asuhan ini mengatakan, keterlibatannya maju dalam kontestasi Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgubsu) 2018 kelak adalah sebuah keputusan yang diambil dari sebuah pertimbangan matang.

Baca Juga:  Menakar Kepemimpinan 'Srikandi' Politik di Sumut, Nama Ade Sandra Santer Dibicarakan

Ketua DPW Pergerakan Indonesia (PI) Sumut ini mengatakan, sejauh ini dia telah melakukan konsolidasi dan komunikasi dengan beberapa partai politik serta organisasi kemasyarakatan. Wanita yang juga aktif di dalam kegiatan amal dan sosial ini telah mendaftarkan diri ke PDI Perjuangan, Partai Hanura, Partai Nasdem dan PPP.

Selain itu, Ade Sandra juga telah meminta restu dari DPW Aisiyah Sumut, Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan pelajar Pematangsiantar dan bersilahturahmi dengan tokoh agama Buya DR Syekh Achmad Arifin Al-Hajj. Bahkan, Ade bersama Relawan Ade Sandra (RASA) juga telah lama melakukan aksi bersih beberapa taman di Medan dan sejumlah rumah ibadah di Binjai dan Langkat. (kn-m10)

Related posts