September 22, 2018

Kasus Kredit Bermasalah Bank Sumut Rp 325 Miliar, Segera Diteliti OJK

banksumut_resizeKarakternews.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 5 Sumatera, Soekro Tratmono menegaskan, OJK akan segera meneliti rencana penghapusan buku kredit bermasalah Bank Sumut sebesar Rp 325 miliar. Pasalnya, OJK belum menerima laporan soal penghapusan buku piutang Bank Sumut itu karena memang tidak ada kewajiban melapor, kecuali menyampaikan rencana bisnis bank (RBB).

“Seingat saya di RBB Bank Sumut 2016 belum ada soal penghapusan buku tersebut. Begitupun, nanti saya cek atau tanya langsung ke pihak Bank Sumut,” tandas Soekro Tratmono, saat ditemui awak media di Medan, Rabu (17/2/2016), saat menjawab pertanyaan tentang rencana Bank Sumut melakukan hapus buku (write off) dipertanyakan karena tidak adanya komisaris utama bank itu. Cadangan kerugian penurunan nilai adalah dana yang disisihkan untuk menutupi risiko atas kredit bermasalah.

Kata Soekro Tratmono, penghapusan buku kredit bermasalah harus mengikuti Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/15/PBI/2012 tentang Penilaian Kualitas Aset. “Dalam PBI itu, antara lain memang disebutkan harus mendapat persetujuan dewan komisaris dan masuk dalam rencana bisnis bank (RBB), dan juga ‘write off’ menggunakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN), sehingga tidak mempengaruhi laba bank,” ungkapnya.

Baca Juga:  Penyidik Kejaksaan 'Bidik' Keterlibatan Sejumlah Pejabat Bank Sumut

Apabila semua PBI sudah dijalankan Bank Sumut, sebut Soekro Tratmono, write off tidak ada masalah. “Kewajiban melaksanakan aturan itu yang nanti akan diteliti OJK. Kalau nyatanya belum memenuhi persyaratan, yah, OJK sebagai pengawas dan pembina akan mengingatkan manajemen Bank Sumut,” pungkasnya.

Secara terpisah, Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin menuturkan penghapusbukuan merupakan mekanisme resmi yang memiliki dasar hukum sehingga dapat dilakukan kalangan perbankan pada umumnya dalam menangani portofolio kredit bermasalah. “Kebijakan write off ini pernah ditempuh oleh bank-bank BUMN dan BUMD lainnya sebagai upaya penyehatan sistem kredit dan piutang dalam neraca bank,” ungkapnya.

“Write off merupakan penghapusbukuan secara administratif terhadap aset kredit yang tidak produktif, yakni kredit bermasalah. Hal ini berbeda dengan hapus tagih, hapus buku tidak menghilangkan hak bank untuk melakukan penagihan terhadap debitur untuk melunasi kewajibannya,” tegas Gunawan Benjamin.

Baca Juga:  Penyidik Kejaksaan 'Bidik' Keterlibatan Sejumlah Pejabat Bank Sumut

Kesempatan lain, Plt. Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Erwin Zaini mengemukakan, langkah penghapusan buku kredit bermasalah tidak lagi mewajibkan adanya persetujuan rapat umum pemegang saham (RUPS), sebab kewajiban itu sudah dihapuskan pada tahun 2009. “Sesuai PBI, Anggaran Dasar (AD) dan Peraturan Bank Sumut, tidak mewajibkan lagi adanya persetujuan RUPS untuk melakukan hapus buku,” ujarnya.

“Bahwa pada AD PT Bank Sumut Nomor 05 tanggal 10 November 2008 Pasal 14 juga telah mengatur tugas dan kewenangan Direksi, salah satunya adalah menghapusbukukan piutang perseroan dari pembukuan,” sebut Erwin Zaini, seraya menambahkan, kebijakan write off yang dilakukan Bank Sumut sudah mendapat persetujuan komisaris yang selanjutnya dituangkan dalam Peraturan Direksi Bank Sumut No. 011/Dir/DPK-Restr/PBS/2015.

Baca Juga:  Penyidik Kejaksaan 'Bidik' Keterlibatan Sejumlah Pejabat Bank Sumut

Selain itu, berdasarkan Peraturan PT Bank Sumut No. 006/Dir/SP-Hk/PBS/2015 tentang Tata Tertib dan Tata Cara Menjalankan Pekerjaan Direksi, diatur bahwa Direksi berkewajiban untuk menyusun kebijakan mengenai hapus buku dan hapus tagih sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan ketentuan bank yang berlaku. Adapun kebijakan tersebut wajib mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris.

Dikemukakan Erwin, write off menggunakan CKPN sehingga tidak mempengaruhi laba Bank Sumut. “Manajemen Bank Sumut berterima kasih atas kepercayaan masyarakat Sumut terhadap Bank Sumut, khususnya nasabah loyal yang tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya,” sebutnya. (oz.c/kn-m08)

Related posts