Kasus Korupsi dan Jual Aset Negara, Sprindik Amir Hakim Diterbitkan Kejari Asahan

KarakterNews.com – MEDAN – Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan menerbitkan dua surat perintah penyidikan (sprindik) untuk Amir Hakim selaku ‎Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Asahan, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi Dana Hibah dan penjualan Aset Negara.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Asahan, Boby Sirait membeberkan, untuk kasus dugaan penjualan aset negara di Kabupaten Batubara Amir Hakim sebagai tersangka sesuai Sprindik Kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/08/2017 tertanggal 14 Agustus 2017.

Perolehan dana hibah dimaksud diperoleh dari hasil penjualan asset milik negara yang dahulunya masih dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan, tapi dikarenakan terjadi pemekaran Kabupaten sehingga asset yang berada di wilayah Kabupaten Batubara. Seharusnya semua aset negara tak dapat diperjual belikan oleh siapapun, sehingga negara mengalami kerugian sebesar Rp 1 miliar,” ungkap Boby.

Baca Juga:  Kasi Penkum Kejati Sumut : Ketua Pramuka Kwarcab Asahan Jadi Tersangka

Selanjutnya, kasus dugaan korupsi dana Hibah dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Asahan Tahun Anggaran (TA) 2016, sebesar Rp 400 juta dengan tersangka Amir Hakim dengan Sprindik Kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01a/N.2.23/Fd.1/10/2017 tertanggal 2 Oktober 2017 dan Surat Penetapan Tersangka nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/02/2018 tertanggal 5 Februari 2018. Tersangka patut diduga, tidak dapat mempertanggung jawabkan dana hibah yang bersumber dari dana APBD Asahan TA 2016 senilai Rp.400 juta,” papar Boby Sirait. (kn-m07)

Related posts