Jemaat GPPS Korban Tewas Aksi Teroris, Sri dan Yuli 30 Tahun Bersahabat

Yuli Elina, sahabat akrab Sri Puji Astutik, jemaat GPPS, menjadi korban tewas akibat aksi bom bunuh diri teroris, terlihat bersedih. (ist)

KarakterNews.com – SURABAYA – Terlihat dari satu foto perempuan berbaju merah dan mengenakan jilbab, menangis di depan peti mati seorang jemaat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, yang viral di media sosial.

Sejumlah warganet menilai, foto itu menunjukkan paras asli warga Indonesia yang bersatu tanpa terpecah belah oleh aksi teroris, yang mengatasnamakan satu agama. Seperti dilansir suara.com, yang mendapatkan foto itu dari hasil jepretan, seorang fotografer bernama Juni Kriswanto, jurnalis foto dari kantor berita Prancis, Agence France-Presse (AFP).

Dari penelusuran, ternayat diketahui, perempuan berjilbab itu bernama Yuli Elina, merupakan sahabat akrab Sri Puji Astutik, jemaat GPPS yang menjadi korban tewas akibat aksi bom bunuh diri teroris, pada Minggu (13/5/2018). Foto tersebut dipotret Juni Kriswanto menjelang pemakaman Sri Puji Astutik, Senin (14/5/2018).

Baca Juga:  Prihatin Bom Surabaya, Cawagubsu Sihar Sitorus Ucapkan Belasungkawa, 'Ini Duka Kita Semua'

“30 tahun bersahabat. Sri Puji Astutik (korban bom, kristiani) dan Yuli Elina (muslim). Indahnya persahabatan tak mengenal perbedaan. May she Rest In Peace,” tulis Vivid Sambas di akun Facebook miliknya, pada Selasa (15/5/2018).

Berdasarkan informasi dihimpun, Yuli Elina dan Sri Puji adalah sahabat akrab dan tinggal serumah di Jalan Petemon, Gang 2, Nomor 97/A, Surabaya. Pada Minggu pagi itu, Elina mengantarkan Sri Puji ke gereja, karena Elina telah menganggap Sri Puji layaknya saudaranya.

Dikarenakan sudah senasib sepenanggungan diantara keduanya terjalin, disebabkan sama-sama tidak mempunyai anak maupun suami. Sebelum kejadian naas itu, Sri Puji memasuki area dalam gereja, kemudian Elena pergi ke bagian belakang kompleks gereja. Ketika itulah, Elina tiba-tiba mendengar suara ledakan.

Baca Juga:  Bom Bunuh Diri 3 Lokasi Di Surabaya, 17 Tewas, 38 Cedera Termasuk 2 Polisi

Mendengar ledakan keras tersebut, Yuli Elina segera teringat dengan sahabatnya Sri Puji dan bergegas ke bagian depan gereja, dan berharap sahabatnya selamat. Namun, takdir berbeda, Sri Puji Astutik meninggal dunia, menjadi korban ledakan bom bunuh diri teroris. (sa.c/kn-m09)

Related posts