September 24, 2018

Jangan Jadikan Agama Sebagai ‘Kambing Hitam’

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Amirsyah Tambunan.

KarakterNews.com – JAKARTA – Orang yang beragama harus menjadi problem solver (pemecah masalah) dalam berpolitik, bukan problem maker (pembuat masalah). Jangan jadikan agama sebagai “kambing hitam.”

Karenanya, dalam kaitan agama dan politik, yang menjadi permasalahan bukan agama, tapi politik. Agama tidak boleh dijadikan ‘kambing hitam’ dalam berpolitik,” tegas Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Amirsyah Tambunan, Minggu (9/4/2017).

Menanggapi pernyataan Buya Syafii, pada Sabtu (8/4/2017) tentang maraknya fenomena agama yang dijadikan alat politik dan kekuasaan. Disebutkan Amirsyah Tambunan, agama seharusnya diposisikan sebagai landasan dan acuan seseorang dalam berpolitik.

“Bila politik itu menghalalkan berbagai cara, maka elit politik akan terjebak dalam konflik kepentingan. Memang politik itu kepentingan, tapi sejatinya orang yang beragama harus mampu mengendalikan kepentingannya dalam memberikan solusi atas problem politik yang dihadapi,” pungkas Amirsyah Tambunan.

Baca Juga:  Agama Harus Dipahami Secara Moderat, Bukan Radikal

Kata Amirsyah, yang membuat kebencian itu bukan faktor agama, tapi praktik politik yang menghalalkan berbagai cara. “Orang yang beragama, harus memberikan panduan dan landasan etik, moral dalam berpolitik, sehingga lahir praktik politik yang santun dan teduh,” paparnya.

“Seseorang yang memahami dan mengamalkan agama yang benar akan membawa manusia kepada hubungan secara horizontal, melahirkan kesalehan sosial, dan hubungan vertikal membawa manusia kepada kesalehan kepada Khaliq, Allah SWT,” ujar Wasekjen MUI ini. (rpk.c/kn-m09)

Related posts