Jadi Tersangka Gratifikasi, Kamaluddin Kaget

Medan – Mantan Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Ir. H. Kamaluddin Harahap mengaku sangat kaget dan terkejut dengan status sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pasalnya, dalam kasus itu, dirinya mengaku tidak ada menerima hadiah atau apapun yang kemudian disebut sebagai bentuk suap.

“Memang, saya sudah dua kali dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK. Ketika itu, saya ditanya soal apakah ada menerima hadiah uang atau reward, lalu saya jawab tidak ada. Makanya, saya kaget lah,” kata Kamaluddin, Anggota DPRD dari PAN periode 2009-2014 ini kepada awak media, saat ditemui di kediamannya, Rabu (4/11/2015), menanggapi ditetapkan status tersangka dalam dugaan suap interpelasi, pengesahan APBD dan LKPJ Gubernur Sumut non aktif oleh KPK.

Baca Juga:  Absen Sakit, KPK Panggil Lagi Kamaluddin

Saat disinggung, terkait pengakuan Ahmad Fuad Lubis (mantan Kabiro Keuangan Sumut) yang menyebut, ada sejumlah nama anggota dewan diduga menerima uang gratifikasi itu, secara tegas Kamaluddin mengatakan, hal itu bisa saja dilakukan oleh seseorang. “Saya membantah dan mempertanyakan, apakah hal itu bisa dibuktikan. Jika tanpa bukti kuat, maka hal itu tidak bisa dituduhkan kepadanya. Termasuk jalur pemberiannya hingga sampai kepada anggota dewan,” pungkasnya.

“Jika si Fuad itu ada bilang ini daftarnya, kapan saya ketemu dengan Fuad. Tapi, kalau Alinafiah Bendahara DPRD Sumut itu, saya terima gaji, itu hak saya. Bahwa setelah Tahun 2013, saya yang mengusung interpelasi dan saya pimpinan dewan yang ngotot hal itu harus dibongkar,” tandas Kamaluddin Harahap, mantan Ketua DPW PAN Sumatera Utara.

Baca Juga:  Gerry Dapat Puluhan Juta Setiap Urus Perkara Gatot

Meskipun begitu, Kamaluddin menegaskan, dirinya akan memenuhi panggilan KPK ataupun persidangan. “Saya tetap yakin, tidak terlibat sebagaimana disangkakan oleh KPK, sebab tidak ada alat bukti yang kuat seperti rekaman dan uang yang diberikan. “Tidak bisa penetapan seorang tersangka, hanya berdasarkan pengakuan saja,”pungkasnya.

“Sebagai warga negara yang baik dan taat hukum, saya akan koperatif dan menghadiri panggilan KPK untuk diperiksa sebagai tersangka. Saya ingin tahu, apakah masih ada rekaman-rekaman yang lalu, saya mau bawa nanti di persidangan. Saya mau tunjukkan, ini loh saya ketika duduk di DPRD Sumut,” ungkap Politisi PAN ini. (kn/m-07)

Related posts