November 23, 2017

Indonesia Tak Impor Anak Ayam Dari Cina, Tapi Bulu Unggas

Indonesia impor bulu unggas untuk pembuatan shuttlecock yang tak perlu dikhawatirkan.

KarakterNews.com – JAKARTA – Negara Indonesia belum membuka pintu impor Day Old Chick (DOC) atau anak ayam berumur satu hari dari Cina. Artinya, Indonesia tak perlu khawatir dengan wabah flu burung yang sedang melanda negara tersebut.

“Kita belum impor (DOC) dari sana,” tandas Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini kepada republika.co.id, Senin (2/1/2017). Tapi, Indonesia mengimpor bulu unggas yang biasa digunakan untuk pembuatan shuttlecock, yang tidak perlu dikhawatirkan karena virus flu burung akan mati pada bulu yang sudah dipanaskan dengan suhu tertentu.

Sebelumnya, sejak 28 November Indonesia melakukan penghentian sementara impor DOC untuk indukan dan grand parent stok dari tujuh negara guna menghindari flu burung. Tujuh negara itu yakni Belanda, Jepang, India, Prancis, Finlandia, Rumania, dan Swedia. “Negara-negara ini masuk ke dalam daftar Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) sedang terserang flu burung. Kita segera mengambil sikap ketika menerima notifikasi OIE,” ujarnya.

Disamping itu, adanya koordinasi dan komunikasi dengan perwakilan Indonesia di berbagai dunia membuat Badan Karantina mengetahui perkembangan kesehatan di negara pengimpor.”Kalau pihaknya menerima laporan suatu negara pengimpor terkena suatu wabah membahayakan, maka akan dengan segera melakukan penghentian,” tegas Banun Harpini. (rol/kn-m09)

Related posts