December 17, 2017

Impor Daging Sapi Beku Rugikan Konsumen dan Pedagang

Ilustrasi Daging Sapi Beku.
Ilustrasi Daging Sapi Beku.

KarakterNews.com – Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyatakan keputusan pemerintah melakukan impor daging sapi beku, demi menjaga stabilitas harga, justru bisa merugikan konsumen dan pedagang di pasar tradisional.

“Kalau hanya untuk menurunkan harga daging secara instan/jangka pendek pada masa lebaran, memang impor daging sapi beku adalah solusi yang paling praktis. “Konsumen memang butuh harga daging sapi yang lebih terjangkau. Tetapi keberadaan daging sapi beku itu justru bisa merugikan konsumen dan pedagang pasar tradisional,” ungkap Tulus Abadi, dalam siaran pers yang diterima, Jumat (10/6/2016).

Dipaparkan Tulus, bahwa selera konsumen di Indonesia secara umum tidak suka dengan daging sapi beku, tapi lebih suka daging sapi segar alias fresh meat. Akibatnya, daging sapi beku sepi peminat, tidak laku. “Daging sapi beku juga terlalu tinggi kandungan airnya, bisa mencapai 20%-30%. Jadi kalau konsumen membeli 1 kg daging sapi beku, sebenarnya volume dagingnya hanya 7 ons – 8 ons. Karena yang 2 ons -3 ons adalah berisi air dan menyusut,” jelasnya.

Disamping itu, daging sapi beku juga cenderung merugikan pedagang tradisional, alasannya para pedagang tradisional tidak mempunyai lemari pendingin (cold storage), untuk menyimpan daging sapi beku. “Jika dijual secara terbuka, daging sapi beku hanya tahan maksimal 3 jam, lebih dari itu akan mencair, dan merusak kualitas daging,” sebutnya.

Sekedar diketahui, harga daging sapi masih bertengger di kisaran Rp 115.000 per kg, bahkan di banyak daerah sudah melewati angka di atas Rp 130.000 per kg. Kondisi ini menjadikan kehidupan masyarakat menengah bawah untuk bisa mengakses daging sapi menjadi semakin berat, sebab mulai tidak terjangkau harganya. Konsumen seyogyanya bisa mengkonversi dengan sumber protein yang lain, seperti ikan, daging ayam, telur atau tempe.

Terkait melambungnya harga daging, Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar harga daging sapi bisa mencapai Rp 80.000 per kg. (bns.c/kn-m08)

Related posts